Ini Termasuk Sihir

Ini Termasuk Sihir

Ada seseorang yang sakit parah. Saking parahnya ia sampai muntah. Namun apa yang ia muntahkan? Jarum! Puluhan jarum ia muntahkan! Pengaruh apakah itu?

Dan ada seorang anak yang mengeluhkan perutnya yang sakit. Lalu dibawalah ia kepada seseorang lalu dibedahlah perutnya, ternyata di dalamnya ada bungkusan. Setelah dibuka, ternyata isinya pisau kecil! Ya, pisau kecil! Pengaruh apakah itu?

Allah berfirman:

وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ

“Tetapi setan-setan itulah yang kafir. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia…” (QS. Al-Baqarah: 102)

Ayat ini menunjukkan bahwa mempelajari sihir, mempercayainya atau mempraktekkannya adalah kekafiran.

Kalau seseorang sebelumnya muslim, maka setelah mempelajarinya, mempercayainya, dan mempraktikkannya, ia menjadi kafir.

Kalau begitu, kita harus tahu apa saja yang termasuk sihir supaya kita tidak melakukannya sehingga kita jadi kafir dalam keadaan kita tidak menyadarinya.

 

Macam-Macam Sihir

Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ الْعِيَافَةَ، وَالطَّرْقَ، وَالطِّيَرَةَ مِنَ الْجِبْتِ

Iyafah, Tharq dan Thiyarah adalah termasuk Jibt. ” (HR. Ahmad)

Jibt dikatakan oleh ‘Umar bin Al-Khaththab bahwa itu adalah:

السِّحْرُ

“Sihir.” (Tafsir Ibnu Abi Hatim)

 

  1. Iyafah

Apa itu Iyafah?

Imam ‘Auf bin Abi Jamilah berkata:

الْعِيَافَةُ: زَجْرُ الطَّيْر

Iyafah adalah menghardik burung.” (Sunan Abu Daud)

Apa maksud menghardik burung di sini?

Yaitu menghardik burung untuk mengambil sikap.

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

فإذا زجر الطائر وذهب شمالا تشاءم، وإذا ذهب يمينا تفاءل

“Jika ia menghardik burung, lalu burung itu pergi ke arah kiri, maka ia pun pesimis. Namun, jika burung itu pergi ke arah kanan, maka ia pun optimis.” (Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitab At-Tauhid)

Itu kebiasaan orang-orang di zaman jahiliah. Kalau ada di antara mereka yang hendak pergi dari rumahnya, maka ia akan melakukan itu. Dan itulah sihir.

 

  1. Tharq

Apa itu Tharq?

Imam ‘Auf bin Abi Jamilah berkata:

وَالطَّرْقُ: الْخَطُّ  يُخَطُّ فِي الْأَرْضِ

Tharq adalah membuat garis di atas tanah.” (Sunan Abu Daud)

Apa maksud membuat garis di atas tanah?

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

ومعنى الخط بالأرض معروف عندهم، يضربون به على الرمل على سبيل السحر والكهانة، ويفعله النساء غالبا

“Makna membuat garis di atas tanah sudah diketahui oleh orang-orang Arab, yaitu mereka membuat itu di atas pasir sebagai bentuk sihir dan ramalan, biasanya dilakukan oleh kaum wanita.” (Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitab At-Tauhid)

Itu kebiasaan orang-orang di zaman jahiliah. Kalau ada di antara mereka yang meramal sesuatu, maka ia akan melakukan itu. Dan itulah sihir.

 

  1. Thiyarah

Apa itu Thiyarah?

Imam Al-‘Azhim Abadi menjelaskan makna Thiyarah:

هي التَّشَاؤُمُ بِالشَّيْءِ

“Yaitu merasa sial karena sesuatu.” (‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud)

Ya, merasa sial karena sesuatu yang dilihat, didengar, dan diketahui.

Dan sesuatu di sini bisa berupa hewan, manusia, tempat, waktu, hari, tanggal, bulan dan semacamnya.

Contohnya orang-orang Arab di zaman jahiliah. Mereka meyakini bahwa burung hantu adalah burung sial. Jika mereka mendengar suara burung hantu, mereka yakin kalau itu pertanda bahwa ada orang yang akan mati.

Dan juga keyakinan mereka bahwa bulan Shafar adalah bulan sial. Begitu pula Syawwal menurut mereka adalah bulan sial.

Karena itu, tersebar di kalangan Arab dahulu bahwa wanita yang menikah di bulan Syawwal tidak akan bahagia dan tidak pula dicintai suaminya.

Padahal, ibunda kita, ‘Aisyah, kapan beliau menikah dengan Nabi ﷺ?

Di bulan apa beliau menikah dengan Nabi ﷺ?

‘Aisyah berkata:

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ ﷺ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ ﷺ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟

“Rasulullah ﷺ menikahiku di bulan Syawwal dan mencampuriku pula di bulan Syawwal. Maka siapakah di antara istri-istri Rasulullah ﷺ yang nasibnya lebih beruntung dariku?” (HR. Muslim)

Ya, adakah wanita yang lebih beruntung daripada ‘Aisyah?

Adakah istri yang lebih dicintai Rasulullah ﷺ daripada ‘Aisyah?

Bukankah ia menikah di bulan Syawwal?

Bukankah ia menikah di bulan yang dianggap sial?

Karena itu, keyakinan tentang “hewan sial”, “orang sial”, “hari sial”, “bulan sial”, “nomor sial”, dan semacamnya, semua itu adalah bualan. Semua itu omong kosong. Semua itu thiyarah. Semua itu sihir.

 

  1. Astrologi

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنَ النُّجُوم اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ

“Siapa yang mempelajari ilmu nujum (perbintangan), maka ia telah mempelajari sebagian ilmu sihir. semakin bertambah (ia mempelajari ilmu nujum) semakin bertambah pula (dosanya).” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Ilmu nujum di sini maksudnya yaitu ilmu astrologi. Ilmu perbintangan yang dipakai untuk meramal dan mengetahui nasib orang.

“Kalau bintangnya Sagitarius, berarti jodohnya wanita yang berbintang Leo.”

“Kalau bintangnya Scorpio, berarti hari sialnya hari Rabu.”

Semua itu ilmu nujum. Astrologi.

Siapa yang mempelajarinya dan mempercayainya, berarti telah mempelajari dan mempercayai sihir.

 

  1. Simpulan dan Tiupan

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ عَقَدَ عُقْدَةً، ثُمَّ نَفَثَ فِيهَا فَقَدْ سَحَرَ، وَمَنْ سَحَرَ فَقَدْ أَشْرَكَ، وَمَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِلَيْهِ

“Siapa yang membuat suatu simpulan, kemudian meniupnya, maka ia telah melakukan sihir. Dan siapa yang melakukan sihir, maka ia telah melakukan kemusyrikan. Dan siapa yang menggantungkan diri pada sesuatu, maka ia akan bergantung padanya.” (HR. An-Nasai)

Hadits ini menunjukkan bahwa di antara bentuk sihir yaitu sihir simpulan atau ikatan.

Yaitu sihir melalui perantara ikatan dan tiupan. Seseorang membuat simpulan lalu mengucapkan kata-kata kufur, kemudian meniup simpulan tadi dengan sedikit meludahinya.

Yang seperti itu bisa mengenai orang yang dituju dan berpengaruh kepadanya, tapi tentu saja dengan izin Allah. Kalau Allah tidak mengizinkan itu terjadi, tentu tidak akan terjadi.

Maka….

Siapa yang membuat simpulan atau ikatan lalu meniupnya, berarti ia telah melakukan sihir. Dan siapa yang melakukan sihir, maka ia telah terjatuh dalam kemusyrikan.

Dan siapa yang meramal kejadian tertentu dengan benda tertentu, berarti ia telah melakukan sihir. Dan siapa yang melakukan sihir, maka ia telah terjatuh dalam kemusyrikan.

Dan siapa yang meyakini terjadinya kesialan karena hewan tertentu, hari tertentu, nomor tertentu, berarti ia telah terjatuh dalam sihir. Dan siapa yang terjatuh dalam sihir, berarti ia telah terjatuh dalam kemusyrikan.

Begitu juga, siapa yang mempelajari dan mempercayai astrologi, berarti ia telah mempelajari dan mempercayai sihir. Dan siapa yang mempelajari dan mempercayai sihir, berarti ia telah terjatuh dalam kemusyrikan.

Makin sering seseorang melakukan kemusyrikan, maka makin beratlah dosanya, dan makin bertambahlah kemurkaan Allah kepadanya.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain (syirik) itu, bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh, ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisaa: 48)

 

Siberut, 3 Shafar 1442

Abu Yahya Adiya