Coba bayangkan, apa perasaan seorang terdakwa dalam persidangan jika semua alasannya ditolak oleh hakim?
Dan bayangkanlah, apa perasaannya jika hakim ternyata menjatuhkan vonis hukum mati terhadapnya?
Kalau vonis di dunia dan dari manusia saja mencemaskan, apalagi vonis di akhirat dari Tuhannya seluruh manusia!
Allah telah memutuskan bahwa orang yang mati dalam keadaan menyekutukan-Nya tidak akan mendapatkan ampunan-Nya dan akan sengsara selama-lamanya.
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu, bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh, ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisaa: 48)
Bukankah yang seperti itu mencemastan? Bukankah yang seperti itu mengkhawatirkan?
Ya, mencemaskan dan mengkhawatirkan. Karena itu, seorang mukmin sejati mesti khawatir kalau dirinya terjatuh dalam syirik. Ia wajib berusaha menjaga dirinya agar tidak terjatuh dalam syirik.
Sebab, bisa saja seseorang terjatuh dalam syirik tanpa ia sadari. Bahkan, bisa saja seseorang menyekutukan Allah, tapi ia menyangka bahwa dirinya sedang mendekatkan diri kepada Allah!
‘Meminta‘ Kemurkaan-Nya
Suatu hari Abu Waqid Al-Laitsi dan beberapa orang yang baru masuk Islam pergi bersama Rasulullah ﷺ menuju Hunain untuk berperang.
Di saat itu, orang-orang musyrik memiliki sebatang pohon bidara yang dikenal dengan nama Dzatu Anwath.
Mereka selalu mendatangi pohon tersebut dan menggantungkan senjata-senjata mereka padanya untuk mendapatkan berkah darinya.
Abu Waqid Al-Laitsi berkata:
فَمَرَرْنَا بِالسِّدْرَةِ، فَقُلْنَا:
“Kami pun melewati pohon bidara itu, lalu kami berkata:
يَا رَسُولَ اللهِ اجْعَلْ لَنَا ذَاتَ أَنْوَاطٍ كَمَا لَهُمْ ذَاتُ أَنْوَاطٍ
“Wahai Rasulullah! Buatkanlah untuk kami Dzatu Anwath sebagaimana mereka memilikinya.”
فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
اللهُ أَكْبَرُ، إِنَّهَا السُّنَنُ قُلْتُمْ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ كَمَا قَالَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ: {اجْعَلْ لَنَا إِلَهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ}
“Allahu Akbar! Itulah tradisi (orang-orang sebelum kalian). Demi Zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian telah mengucapkan seperti yang dikatakan oleh Bani Israel kepada Musa, ‘Buatkanlah untuk kami sembahan sebagaimana mereka memiliki sembahan!’. Musa menjawab, ‘Sesungguhnya kalian adalah kaum yang tidak mengerti!’
لَتَرْكَبُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُم
Kalian pasti akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian.” (HR. Tirmidzi dan Ath-Thabrani)
Lihatlah, mereka meniru orang-orang yang akan mereka perangi!
Mereka terjatuh dalam syirik tanpa mereka ketahui!
Mereka ‘meminta’ kemurkaan-Nya tanpa mereka sadari!
Syekh Muhammad At-Tamimi berkata:
هذه القصة تفيد أن المسلم بل العالم قد يقع في أنواع من الشرك لا يدري عنها فتفيد التعلم والتحرز، ومعرفة أن قول الجاهل (التوحيد فهمناه) أن هذا من أكبر الجهل ومكائد الشيطان.
“Kisah ini menunjukkan bahwa seorang muslim, bahkan alim, bisa saja terjatuh dalam macam-macam syirik dalam keadaan tidak ia sadari. Lalu itu menunjukkan juga keharusan untuk belajar dan berhati-hati serta mengetahui bahwa ucapan orang bodoh, ‘Kami telah paham tauhid’, adalah termasuk kebodohan dan tipu daya setan yang sangat besar.” (Kasyf Asy-Syubhat)
Maka, sudah semestinya kita khawatir terhadap syirik. Sudah seharusnya kita membekali diri kita dengan terus mempelajari tauhid.
Jika memang hingga saat ini kita tidak terjatuh pada syirik, maka tetaplah siaga dan waspada. Dan jangan lupa….
Bersyukurlah kepada-Nya. Kalau bukan karena karunia dan rahmat-Nya, tentu kita sudah terjatuh dalam kemurkaan-Nya, tanpa kita menyadarinya.
Allah berfirman:
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
“Katakanlah, ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)
Siberut, 1 Rabi’ul Awwal 1442
Abu Yahya Adiya






