Banjir menerjang tanpa peringatan, menelan korban, dan menghancurkan harta benda tanpa ampun, serta meninggalkan luka dan duka yang tak terhitung.
Apa sikap kita dalam menghadapi bencana tersebut?
Sadarilah bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia adalah berdasarkan takdir dan keputusan Allah Yang Maha Perkasa, termasuk banjir yang merajalela.
Allah berfirman :
مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَاۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ
“Tidak ada bencana apa pun yang menimpa di bumi dan tidak pula yang menimpa dirimu melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid: 22)
Jika memang itu adalah takdir-Nya, maka terimalah takdir-Nya, lalu mohonlah pertolongan kepada-Nya. Bertawakallah kepada-Nya.
Allah berfirman:
وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الأمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ
“Kepunyaan Allah-lah apa yang gaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah semua urusan dikembalikan. Maka, beribadahlah kepada-Nya, dan bertawakallah kepada-Nya.” (QS. Hud: 123)
Dengan datangnya bencana, kita jadi sadar betapa lemahnya kita di hadapan kekuasaan Allah. Betapa butuhnya kita kepada pertolongan-Nya. Maka, mintalah pertolongan kepada-Nya dan bertawakallah kepada-Nya.
Allah berfirman:
ومن يتوكل على الله فهو حسبه .
“Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupinya.” (QS. Ath-Thalaq : 3)
Allah-lah yang mengirim bencana, dan Dia pula yang akan menghentikannya. Semua keputusan di alam semesta ada di tangan-Nya, dan setiap keputusan-Nya pasti memiliki hikmah.
Allah berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki supaya mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali.” (QS. Ar-Ruum: 41)
Ya, kerusakan apa pun yang terjadi di muka bumi disebabkan ulah manusia. Dosa merekalah yang mengundang bencana. Dan Allah menyebutkan tujuan datangnya bencana, yaitu “agar mereka kembali”.
Ya, agar manusia kembali. Agar kita kembali. Kembali kepada Allah. Bertaubat kepada Allah. Bertaubat kepada-Nya dari segala dosa dan kemaksiatan kepada-Nya.
Karena itu, bencana alam adalah peringatan dari Tuhanmu, agar engkau tidak melupakan kekuasaan-Nya, tidak melalaikan perintah-Nya, dan agar engkau kembali kepada-Nya.
Maka, terimalah takdir-Nya dengan lapang dada dan bersabarlah. Sebab, Allah menginginkan kebaikan bagimu.
Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ
“Siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah memberinya musibah.” (HR. Bukhari)
Apa kebaikan yang Allah kehendaki bagi orang yang tertimpa bencana?
Nabi ﷺ bersabda:
مَا يَزَالُ البَلَاءُ بِالمُؤْمِنِ وَالمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ
“Senantiasa bencana menimpa seorang mukmin, baik pria maupun wanita, pada dirinya, anaknya dan hartanya hingga bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak memiliki kesalahan sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)
Maka, perkuatlah imanmu tatkala banjir menerjangmu.
Siberut, 7 Jumādā Aṡ-Ṡāniyah 1447
Abu Yahya Adiya






