Seputar Memandikan Jenazah (Bag. 2)
Bagaimana cara memandikan jenazah? Ummu ‘Athiyyah berkata: تُوُفِّيَتْ إِحْدَى بَنَاتِ النَّبِيِّ ﷺ، فَأَتَانَا النَّبِيُّ ﷺ فَقَالَ: “Ketika salah satu puteri Nabi ﷺ wafat, Nabi
Bagaimana cara memandikan jenazah? Ummu ‘Athiyyah berkata: تُوُفِّيَتْ إِحْدَى بَنَاتِ النَّبِيِّ ﷺ، فَأَتَانَا النَّبِيُّ ﷺ فَقَالَ: “Ketika salah satu puteri Nabi ﷺ wafat, Nabi
Apa hukum memandikan jenazah? Ketika putri Nabi meninggal, Nabi ﷺ menyuruh para wanita: اغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا، أَوْ خَمْسًا، أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ، بِمَاءٍ وَسِدْرٍ، وَاجْعَلْنَ
Apa yang seharusnya dilakukan oleh orang yang akan meninggal dunia? Berprasangka baik kepada Allah. Nabi ﷺ bersabda: إِنَّ اللهَ يَقُولُ: “Sesungguhnya Allah berfirman: أَنَا
“Sungguh, ingin kuperintahkan seseorang menggantikanku menjadi imam salat Jum’at, lalu kubakar rumah orang-orang yang tidak mengikuti salat Jumat.” (HR. Muslim) Itulah ancaman Nabi ﷺ kepada