Seputar Menyalatkan Jenazah
Apa hukum menyalatkan jenazah? Abu Hurairah berkata: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِذَا مَرَّتْ بِهِ جِنَازَةٌ سَأَلَهُمْ: “Jika orang-orang membawa jenazah melewati Rasulullah ﷺ, maka
Apa hukum menyalatkan jenazah? Abu Hurairah berkata: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِذَا مَرَّتْ بِهِ جِنَازَةٌ سَأَلَهُمْ: “Jika orang-orang membawa jenazah melewati Rasulullah ﷺ, maka
Apa hukum mengafani jenazah? Ada seseorang yang meninggal ketika sedang wukuf di ‘Arafah lalu Nabi ﷺ berkata: اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ، وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوْبَيْنِ، وَلاَ تُحَنِّطُوهُ،
Bagaimana cara memandikan jenazah? Ummu ‘Athiyyah berkata: تُوُفِّيَتْ إِحْدَى بَنَاتِ النَّبِيِّ ﷺ، فَأَتَانَا النَّبِيُّ ﷺ فَقَالَ: “Ketika salah satu puteri Nabi ﷺ wafat, Nabi
Apa hukum memandikan jenazah? Ketika putri Nabi meninggal, Nabi ﷺ menyuruh para wanita: اغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا، أَوْ خَمْسًا، أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ، بِمَاءٍ وَسِدْرٍ، وَاجْعَلْنَ