Panji Perang Khaibar
Sahl bin Sa’d bercerita bahwa saat perang Khaibar, Rasulullah ﷺ bersabda: لَأُعْطِيَنَّ هَذِهِ الرَّايَةَ غَدًا رَجُلًا يَفْتَحُ اللَّهُ عَلَى يَدَيْهِ، يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيُحِبُّهُ اللَّهُ
Sahl bin Sa’d bercerita bahwa saat perang Khaibar, Rasulullah ﷺ bersabda: لَأُعْطِيَنَّ هَذِهِ الرَّايَةَ غَدًا رَجُلًا يَفْتَحُ اللَّهُ عَلَى يَدَيْهِ، يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيُحِبُّهُ اللَّهُ
Nabi ﷺ mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman untuk berdakwah dan beliau ﷺ berpesan kepadanya: إِنَّكَ تَقْدَمُ عَلَى قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الكِتَابِ، فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا
“Aku berharap ia bahagia, sebagaimana aku sendiri berharap kalau diriku bahagia.” “Aku tidak ingin ia bersedih, sebagaimana aku sendiri tidak ingin diriku bersedih.” Itulah tanda
Ia baru saja menyembelih ayam putih dan mengucurkan darahnya di pojok-pojok rumahnya. Ia keluar rumah dan baru saja berjalan beberapa langkah, tiba-tiba… Dar! Mobil dengan