Menemui-Nya dalam Keadaan Menyekutukan-Nya

Menemui-Nya dalam Keadaan Menyekutukan-Nya

Ia baru saja menyembelih ayam putih dan mengucurkan darahnya di pojok-pojok rumahnya.

Ia keluar rumah dan baru saja berjalan beberapa langkah, tiba-tiba…

Dar! Mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya!

Ia tergeletak. Bersimbah darah. Meregang nyawa.

Adakah peluang baginya untuk masuk surga?

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهْوَ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ

“Siapa yang mati dalam keadaan menyeru tandingan selain Allah, maka ia akan masuk neraka.” (HR. Bukhari)

Dan beliau ﷺ bersabda:

مَنْ لَقِيَ اللهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ دَخَلَ النَّارَ

“Siapa yang menemui Allah dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya sedikit pun,  maka ia akan masuk surga. Dan siapa yang menemui-Nya dalam keadaan menyekutukan-Nya, maka ia akan masuk neraka.” (HR. Muslim)

 

Faidah yang bisa kita petik 2 hadis ini:

 

  1. Siapa yang beribadah kepada malaikat, jin, orang saleh, apalagi hewan dan benda mati, maka ia telah membuat tandingan bagi Allah.

 

  1. Wajib merasa khawatir terjatuh pada perbuatan syirik. Sebab, syarat seseorang bisa selamat dari neraka yaitu selamat dari syirik.

 

  1. Anjuran untuk bertobat dari syirik sebelum maut menjemput.

Sebab, kalau seseorang berbuat syirik lalu mati dalam keadaan belum bertobat dari perbuatannya itu, niscaya Allah tidak mengampuninya dan pasti akan menyiksanya di kuburnya dan di neraka-Nya.

 

  1. Banyaknya amalan yang dilakukan oleh seseorang tidak akan berguna baginya, kalau ia mati dalam keadaan menyekutukan Tuhannya.

Sebanyak apa pun salatmu, puasamu, hajimu, sedekahmu, semua itu akan lenyap kalau engkau menyekutukan Tuhanmu.

Allah berfirman:

لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Sungguh, jika engkau menyekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az-Zumar: 65)

 

  1. Keutamaan orang yang selamat dari syirik. Sebab, bagaimanapun keadaannya, ia tetap akan memasuki surga-Nya.

 

  1. Dekatnya surga dan neraka dengan seorang hamba. Sebab, tidak ada penghalang antara dirinya dengan surga dan neraka kecuali kematian.

Maka persiapkanlah dirimu, wahai hamba Allah!

Engkau saat ini sedang berjalan menuju ajalmu dan akan menghadap Tuhanmu. Karena itu waspadalah! Jangan sampai engkau menemui Tuhanmu dalam keadaan mendurhakai-Nya dan menyekutukan-Nya dengan selain-Nya.

Nabi ﷺ bersabda:

يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ

“Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaannya ketika ia mati.” (HR. Muslim)

Siberut, 20 Sya’ban 1441

Abu Yahya Adiya

 

Sumber:

  1. Al-Mulakhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh Al-Fauzan.
  2. Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi.