Fikih Puasa 18
Allah berfirman: وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ “Dan bagi orang yang berat menjalankan puasa, wajib membayar fidiah, yaitu memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah:
Allah berfirman: وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ “Dan bagi orang yang berat menjalankan puasa, wajib membayar fidiah, yaitu memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah:
Nabi ﷺ bersabda: وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ، إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا “Bersungguh-sungguhlah dalam menghirup air ketika berwudu kecuali kalau engkau berpuasa.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasai
‘Aisyah berkata: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ وَيُبَاشِرُ وَهُوَ صَائِمٌ وَلَكِنَّهُ أَمْلَكُكُمْ لِإِرْبِهِ “Rasulullah ﷺ mencium dan mencumbui istrinya padahal beliau sedang berpuasa,
“Siapa yang meninggalkan salat Asar, maka lenyaplah seluruh amal kebaikannya.” (HR. Bukhari) Kalau seluruh amal kebaikan seseorang bisa lenyap gara-gara meninggalkan suatu amalan, itu menunjukkan