“Siapa yang meninggalkan salat Asar, maka lenyaplah seluruh amal kebaikannya.” (HR. Bukhari)
Kalau seluruh amal kebaikan seseorang bisa lenyap gara-gara meninggalkan suatu amalan, itu menunjukkan agungnya amalan tersebut.
Nabi ﷺ bersabda:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“2 rakaat Fajar lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim)
Ya, lebih baik daripada dunia dan segala isinya!
Lebih berharga daripada emas, perak, rupiah, dolar dan harta duniawi lainnya!
Nah, kalau keutamaan salat sunnah fajar saja demikian besar, maka apalagi salat fajarnya (Subuh)!
Dua hadis tadi menunjukkan keutamaan salat Subuh dan salat Asar. Bukankah keutamaan keduanya sangat jelas?
Yang lebih jelas lagi….
Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ صلَّى البرْديْن دَخَلَ الجنَّة
“Siapa yang melaksanakan salat pada dua waktu dingin, maka ia akan masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Apa yang dimaksud dengan salat pada dua waktu dingin?
Imam Ibnul Jauzi berkata:
يَعْنِي الْفجْر وَالْعصر
“Yakni salat Subuh dan Asar.” (Kasyf Al-Musykil Min Hadits Ash-Shahihain)
Ya, salat pada dua waktu dingin adalah salat Subuh dan Asar. Dan itu dikuatkan dengan sabda Nabi ﷺ:
لَنْ يلجَ النَّار أَحدٌ صلَّى قبْلَ طُلوعِ الشَّمْس وَقَبْل غُرُوبَها
“Tidak akan masuk neraka orang yang melaksanakan salat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya.” (HR. Muslim)
Salat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya yakni salat Subuh dan salat Asar.
Kenapa salat Subuh dan Asar dinamakan salat pada dua waktu dingin?
Imam Ibnu Baththal berkata:
وإنما قيل لهما: بردان، وأبردان لطيب الهواء، وبرده فى هذين الوقتين
“Sesungguhnya waktu salat keduanya dikatakan dua waktu dingin, karena bagus dan dinginnya udara di dua waktu itu.” (Syarh Shahih Al-Bukhari)
Hadis tadi menunjukkan keutamaan salat Subuh dan salat Asar. Dengan menjaga keduanya seseorang bisa merasakan kenikmatan yang sangat besar, yaitu surga-Nya.
Kenapa yang disebutkan cuma dua salat, dan tidak disebutkan salat yang lain?
Mullah ‘Ali Al-Qari berkata:
وخصا بالذكر لكونهما وقت التشاغل والتثاقل والتكاسل، ومن راعاهما راعى غيرها غالباً بالأولى
“Dua salat ini disebutkan secara khusus, karena waktu dua salat itu adalah waktu kesibukan, berat, dan kemalasan. Dan siapa yang bisa menjaga kedua salat itu, maka biasanya ia tentu lebih bisa menjaga salat lainnya” (Syarh Musnad Abi Hanifah)
Waktu Asar adalah waktu orang-orang dalam keadaan sibuk. Sibuk bekerja. Sibuk beraktivitas. Sedangkan waktu Subuh adalah waktu orang-orang dalam keadaan santai, malas dan berat untuk beraktivitas.
Kalau seseorang bisa menjaga kedua salat tersebut, maka sangat mungkin ia bisa menjaga salat selain keduanya.
Maka, jangan sampai padatnya aktivitas di sekolah, kantor, dan pasar menyibukkan kita dari salat Asar, padahal telah dikumandangkan azan Asar.
Dan jangan sampai empuknya kasur dan dinginnya udara pagi, membuat kita tidak menyambut panggilan azan di waktu pagi.
Nabi ﷺ menyebutkan keutamaan salat Subuh dan Asar berjamaah:
يَتَعَاقَبُونَ فِيكم مَلائِكَةٌ بِاللَّيْلِ، وملائِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَيجْتَمِعُونَ في صَلاةِ الصُّبْحِ وصلاةِ العصْرِ، ثُمَّ يعْرُجُ الَّذِينَ باتُوا فِيكم، فيسْأَلُهُمُ اللَّه وهُو أَعْلمُ بهِمْ:
“Para malaikat malam dan malaikat siang silih berganti mendatangi kalian. Dan mereka berkumpul saat salat Subuh dan Asar. Kemudian Malaikat yang menjaga kalian di malam hari naik ke atas hingga Allah Ta’ala bertanya kepada mereka, dan Allah lebih mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya:
كَيفَ تَرَكتمْ عِبادِي؟
“Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?”
فَيقُولُونَ:
Para Malaikat menjawab:
تَركنَاهُمْ وهُمْ يُصَلُّونَ، وأَتيناهُمْ وهُمْ يُصلُّون
“Kami tinggalkan mereka dalam keadaan mereka melaksanakan salat. Dan kami juga mendatangi mereka dalam keadaan mereka melaksanakan salat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Imam An-Nawawi menjelaskan:
وَأَمَّا اجْتِمَاعُهُمْ فِي الْفَجْرِ وَالْعَصْرِ فَهُوَ مِنْ لُطْفِ اللَّهِ تَعَالَى بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ وَتَكْرِمَةٌ لَهُمْ أَنْ جَعَلَ اجْتِمَاعَ الْمَلَائِكَةِ عِنْدَهُمْ وَمُفَارَقَتُهُمْ لَهُمْ فِي أَوْقَاتِ عِبَادَاتِهِمْ وَاجْتِمَاعِهِمْ عَلَى طَاعَةِ رَبِّهِمْ فَيَكُونُ شَهَادَتُهُمْ لَهُمْ بِمَا شَاهَدُوهُ مِنَ الْخَيْر
“Adapun berkumpulnya para malaikat dalam salat Subuh dan Asar, maka itu termasuk kelembutan Allah terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman dan sebagai bentuk pemuliaan terhadap mereka, di mana Dia menjadikan berkumpul dan berpisahnya para malaikat di dekat mereka di waktu mereka beribadah dan berkumpul dalam ketaatan kepada Tuhan mereka sehingga kesaksian para malaikat terhadap mereka adalah apa yang mereka saksikan berupa kebaikan.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj)
Karena itu, kalau azan telah dikumandangkan, maka bergeraklah. Penuhi panggilan Allah. Sambutlah rahmat-Nya. Apalagi di bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah ini.
Siberut, 16 Ramadhan 1443
Abu Yahya Adiya






