Pentingkah Membantu Penuntut Ilmu?

Pentingkah Membantu Penuntut Ilmu?

Ada 2 orang bersaudara. Yang satu fokus belajar agama. Sedangkan yang satunya sibuk bekerja dan menanggung saudaranya yang fokus belajar agama itu.

Kemudian orang yang bekerja ini mengadukan saudaranya tersebut kepada Nabi ﷺ. Maka beliau ﷺ pun bersabda:

لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ

“Bisa jadi kamu mendapatkan rezeki karena sebabnya!” (HR. Tirmidzi)

Apa maksud beliau ﷺ ini?

Ibnu ‘Allan menjelaskan:

فلعل قيامك بأمره سبب لتيسير رزقك، لأن الله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه

“Bisa jadi perbuatanmu menanggung urusan saudaramu adalah sebab dimudahkannya rezekimu. Karena, Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (Dalil Al-Falihin Lithuruq Riyadh Ash-Shalihin)

Hadis tadi menunjukkan bahwa menolong orang yang belajar agama tidak akan mengurangi rezeki kita. Justru itu akan menambah rezeki kita. Rezeki itu akan Dia permudah dan menjadi berkah.

Mengapa demikian?

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ العِلْمِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Siapa yang keluar dalam rangka mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali.” (HR. Tirmidzi)

Ketika kita menolong orang yang belajar agama, pada hakikatnya kita sedang menolong orang yang berjuang di jalan-Nya.

Dan siapa yang menolong orang yang berjuang di jalan-Nya, maka ia pun dianggap berjuang di jalan-Nya.

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ جهَّزَ غَازِياً في سَبِيلِ اللَّه فَقَدْ غَزَا

“Siapa yang memberikan bekal kepada seseorang yang berperang di jalan Allah, maka ia dianggap sudah berperang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, bantulah para penuntut ilmu agama dengan harta kita. Kalau tidak mampu, maka hiburlah mereka dengan lisan kita. Kalau tidak mampu juga, maka doakanlah mereka. Berpartisipasilah dalam membela agama-Nya!

 

Siberut, Shafar 1444

Abu Yahya Adiya