Setelah menyebutkan bahwa Dia menciptakan seluruh yang ada di bumi untuk hamba-hamba-Nya dan menciptakan langit serta menjadikannya tujuh lapis, Allah menyebutkan karunia-Nya yang lain bagi hamba-hamba-Nya:
- وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami senantiasa bertasbih memuji-Mu dan menyucikan-Mu?” Dia berfirman. “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.”
Allah menyebutkan karunia-Nya kepada umat manusia dengan mengangkat nama mereka di hadapan para malaikat sebelum mereka diciptakan.
Allah menyatakan bahwa Dia menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Apa maksud khalifah di muka bumi?
Imam Ibnu Kaṡīr berkata:
قَوْمًا يَخْلُفُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا قَرْنًا بَعْدَ قَرْنٍ وَجِيلًا بَعْدَ جِيلٍ
“Kaum yang saling meneruskan satu sama lain, abad demi abad, dan generasi demi generasi.” (Tafsīr Al-Qur‘ān Al-‘Aẓīm)
Mendengar bahwa Allah akan menciptakan manusia, para malaikat berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana…”
Sebab, sebelum Adam diciptakan telah ada makhluk-makhluk di bumi yang menumpahkan darah, dan berbuat kerusakan di muka bumi. Oleh karena itu, para malaikat bertanya: “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana…”
Artinya, apakah Engkau hendak menciptakan makhluk yang merusak seperti makhluk sebelumnya?
Pertanyaan para malaikat ini untuk mencari tahu, bukan untuk memprotes keputusan-Nya atau iri kepada Adam dan keturunannya. Oleh karena itu, Allah menjawab, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui!”
Artinya, keadaan makhluk yang sekarang berbeda dengan makhluk yang sebelumnya!
Faidah yang dapat kita petik dari ayat ini:
- Allah itu berbicara sesuai dengan keagungan-Nya.
Dia berbicara dengan huruf dan suara yang sesuai dengan keagungan-Nya.
Oleh karena itu, kelirulah orang yang berkata bahwa Allah berbicara tanpa huruf dan suara.
Kalau memang Allah berbicara tanpa huruf dan suara, maka bagaimana bisa para malaikat berdialog dengan Allah?!
Bagaimana bisa para malaikat memahami perintah Allah?!
Yang lebih parah lagi ada yang berkata bahwa Allah tidak berbicara sama sekali!
Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan…
- Para malaikat adalah makhluk-makhluk yang berakal.
Sebab, seandainya mereka tidak mempunyai akal, tentu Allah tidak akan mengajak mereka berbicara dan tidak memberikan perintah apapun kepada mereka.
Selain itu, seandainya mereka tidak mempunyai akal, tentu mereka tidak dapat menjawab pertanyaan Allah dan tidak bisa menjalankan perintah-Nya.
Sebab, makhluk yang tidak mempunyai akal, bagaimana mungkin ia memahami perkataan dan perintah?
- Malaikat membenci kerusakan.
- Malaikat makhluk yang selalu beribadah kepada Allah.
- Boleh menyebutkan kebaikan diri sendiri kalau tujuannya semata-mata memberi tahu bukan untuk membanggakannya. Sebagaimana yang dilakukan oleh para malaikat.
Mereka berkata, “sedangkan kami senantiasa bertasbih memuji-Mu dan menyucikan-Mu.”
Dan itu dikuatkan lagi oleh sabda Nabi ﷺ:
وَأَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلا فَخْرَ، وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ تَنْشَقُّ عَنْهُ الْأَرْضُ، وَلا فَخْرَ، وَبِيَدِي لِوَاءُ الْحَمْدِ، وَلا فَخْرَ، آدَمُ فَمَنْ دُونَهُ تَحْتَ لِوَائِي، وَلا فَخْرَ،
“Aku adalah pemimpin manusia di hari kiamat dan itu bukan untuk membanggakan diri. Aku juga orang yang kuburnya pertama kali pecah dan itu bukan untuk membanggakan diri. Di tanganku ada panji pujian di hari kiamat nanti dan itu bukan untuk membanggakan diri. Adam dan setelahnya ada di bawah panjiku dan itu bukan untuk membanggakan diri.” (HR. Aḥmad)
Adapun menyebutkan kebaikan diri sendiri dengan tujuan untuk membanggakan diri, maka itu tidak diperbolehkan.
Allah berfirman:
فلا تزكوا أنفسكم هو أعلم بمن اتقى
“Maka janganlah kalian mengatakan diri kalian suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An-Najm: 32)
- Para malaikat adalah makhluk-makhluk yang sangat mengagungkan Allah.
Sebagaimana disebutkan dalam ayat tadi: “sedangkan kami senantiasa bertasbih memuji-Mu dan menyucikan-Mu.”
Siberut, 14 Rajab 1442
Abu Yahya Adiya
Sumber:
- Tafsīr Al-Fatiḥah wa Al-Baqarah karya Syekh Muḥammad bin Ṣāliḥ Al-Uṡaimīn.
- Tafsīr Al-Qur‘ān Al-‘Aẓīm karya Imam Ibnu Kaṡīr.






