Surat Al-Fātiḥah Ayat 3-4

Surat Al-Fātiḥah Ayat 3-4

Segala pujian, sanjungan, dan pengagungan yang tinggi hanya bagi Allah yang memiliki sifat-sifat yang sempurna, di antaranya:

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

  1. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ya, Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Karena itu, Dia tetap memberi rezeki kepadamu, padahal engkau sudah berulang kali melanggar larangan-Nya.

Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Karena itu, Dia tidak langsung menyiksamu, padahal engkau sudah berkali-kali melalaikan perintah-Nya.

Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Karena itu, sebesar apa pun dosamu, dan seberat apa pun kesalahanmu, Dia tetap menerima tobatmu.

Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Karena itu, Dia bergembira tatkala engkau mau mengakui kesalahanmu dan kembali kepada Tuhanmu.

Nabi ﷺ bersabda:

لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يَتُوبُ إِلَيْهِ، مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضِ فَلَاةٍ

“Sungguh, Allah itu sangat bergembira karena taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat kepada-Nya melebihi kegembiraan seorang dari kalian yang berada di atas tunggangannya dan ketika itu berada di suatu padang.

فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ، فَأَيِسَ مِنْهَا، فَأَتَى شَجَرَةً، فَاضْطَجَعَ فِي ظِلِّهَا، قَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ

Kemudian larilah tunggangannya dari dirinya, padahal pada tunggangan itu ada makanan dan minumannya. Ia pun berputus asa untuk mendapatkan tunggangannya. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon, terus bersandar di bawah naungannya, sedangkan ia sudah berputus asa untuk mendapatkan tunggangannya.

فَبَيْنَا هُوَ كَذَلِكَ إِذَا هُوَ بِهَا، قَائِمَةً عِنْدَهُ، فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا، ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ:

Tatkala ia sedang dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba tunggangannya muncul dan berdiri di sisinya. Ia pun mengambil tali kekangnya lalu berkata saking gembiranya:

اللهُمَّ أَنْتَ عَبْدِي وَأَنَا رَبُّكَ

“Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhan-Mu!”.

أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ

Ia salah ucapan karena saking gembiranya.” (HR. Muslim)

Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan kasih sayang-Nya kepadamu melebihi kasih sayang ibumu kepadamu.

Nabi ﷺ bersabda:

لله أرحم بعباده من هذه بولدها

“Sungguh,  Allah sangat menyayangi hamba-hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya.” (HR. Muslim)

Selain Allah adalah Tuhan semesta alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, mengapa pujian, sanjungan dan penghormatan yang tinggi hanya milik Allah, dan bukan milik selain-Nya?

Sebab…

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

  1. Yang menguasai hari pembalasan.

Allah lah Raja dan penguasa hari pembalasan nanti.

Apa itu hari pembalasan?

Hari pembalasan adalah hari kiamat. Sebab, pada hari itu semua manusia akan mendapatkan balasan atas semua perbuatan yang telah mereka kerjakan.

Kenapa disebutkan Yang menguasai hari pembalasan? Bukankah Dia menguasai seluruh waktu?

Sebab, di hari pembalasan, jelas dan teranglah kekuasaan, keadilan dan kebijaksanaan Allah yang sangat sempurna terhadap seluruh makhluk, baik jin dan manusia.

Ketika itu, hilanglah kekuasaan makhluk.

Pada hari itu, siapa pun orangnya, entah itu raja, presiden, pejabat, atau rakyat jelata, semuanya dalam posisi yang sama.

Semuanya tunduk pada keagungan dan kebesaran Allah dan menantikan balasan-Nya.

Mereka semua mengharap kebaikan-Nya dan takut akan siksa-Nya.

Oleh karena itu, pujilah, sanjunglah, dan agungkanlah Allah, karena Dia Tuhan semesta alam

Pujilah, sanjunglah, dan agungkanlah Allah, karena Dia Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pujilah, sanjunglah, dan agungkanlah Allah, karena Dia Yang menguasai hari pembalasan.

 

Siberut, 3 Dzulhijjah 1441

Abu Yahya Adiya