Ada tiga perkara yang bisa menambah iman kita.
Ibnu Mas’ud berkata:
ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ مَلَأَ اللَّهُ قَلْبَهُ إيمَانًا صُحْبَةُ الْفَقِيهِ، وَتِلَاوَة الْقُرْآنِ، وَالصِّيَامُ
“Tiga perkara yang jika ada pada seseorang, niscaya Allah mengisi hatinya dengan keimanan: bersahabat dengan seorang yang fakih, membaca Al-Quran, dan puasa.” (Al-Adab Asy-Syar’iyyah wa Al-Minah Al-Mar’iyyah)
Jika tiga perkara ini kita praktikkan, niscaya Allah mengisi hati kita dengan iman:
1. Bersahabat dengan orang yang fakih (berilmu).
Bersahabat dengan orang yang fakih bisa menambah iman kita. Jangankan dengan orang fakih, bersahabat dengan orang yang saleh tapi kurang fakih saja bisa menambah iman kita.
Nabi ﷺ bersabda:
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخِيَارِكُمْ
“Maukah kalian kukabarkan tentang orang terbaik di antara kalian?”
Para sahabat menjawab:
بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ
“Tentu wahai Rasulullah.”
Beliau ﷺ menjawab:
الَّذِينَ إِذَا رُؤُوا، ذُكِرَ اللهُ تَعَالَى
“Yaitu orang-orang yang jika dilihat, mengingatkan Allah.” (HR. Ahmad)
Baru melihat wajahnya sudah mengingatkan kita untuk bertakwa kepada Allah.
Baru melihat wajahnya sudah mengingatkan kita untuk bertaubat kepada Allah.
Baru melihat wajahnya sudah menambah iman kita kepada Allah.
Itulah sebaik-baik manusia.
2. Membaca Al-Quran.
Selain menambah iman, membaca Al-Quran juga bisa mengobati hati dan jiwa kita dari berbagai penyakit dan gangguan.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)
Siapa yang rajin membaca Al-Quran, niscaya ia tidak akan mengalami stres, depresi, frustasi, dan penyakit hati lainnya, kalau memang ia ikhlas dalam membacanya.
3. Puasa
Selain menambah iman, berpuasa juga bisa membuat kita bahagia.
Nabi ﷺ bersabda:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
“Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: kegembiraan ketika ia berbuka dan kegembiraan ketika ia bertemu dengan Tuhannya.” (HR. Muslim)
Ya, ia bergembira karena telah sukses menyelesaikan puasanya tanpa melakukan sedikit pun pembatalnya, dan bergembira karena akan mendapatkan pahala yang besar ketika bertemu dengan-Nya.
Siberut, 17 Ramadhan 1444
Abu Yahya Adiya






