Ketika Ramadhan akan Usai

Ketika Ramadhan akan Usai

Ramadhan akan usai, tetapi bukan berarti akan usai pula amalan kita. Tetaplah beramal. Teruslah beramal.

Kalau memang ketika Ramadhan kita rajin membaca Al-Quran, maka istikamahlah. Tetaplah rajin membaca Al-Quran. Teruslah membaca Al-Quran. Jangan sampai setelah Ramadhan berhenti membaca Al-Quran.

Kalau memang ketika Ramadhan kita rajin berzikir, maka istikamahlah. Tetaplah rajin berzikir. Teruslah berzikir. Jangan sampai setelah Ramadhan berhenti berzikir.

Kalau memang ketika Ramadhan kita rajin bersedekah, maka istikamahlah. Tetaplah rajin bersedekah. Teruslah bersedekah. Jangan sampai setelah Ramadhan berhenti bersedekah.

Apa pun amal saleh yang rajin kita lakukan ketika Ramadhan, pertahankanlah. Istikamahlah. Tetaplah rajin melakukannya. Teruslah melakukannya. Jangan sampai setelah Ramadhan berhenti melakukannya.

Mengapa demikian?

‘Aisyah bercerita:
سُئِلَ النَّبِيُّ ﷺ:
“Nabi ﷺ pernah ditanya:
أَيُّ الأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟
“Amalan apa yang paling dicintai Allah?”
قَالَ:
Beliau ﷺ menjawab:
أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain mempertahankan amalan yang pernah kita lakukan di bulan Ramadhan, hendaknya kita juga berhati-hati.

Ya, berhati-hati, jangan sampai pahala kebaikan yang telah kita kumpulkan selama sebulan penuh jadi berkurang atau bahkan hilang karena dosa dan maksiat yang kita lakukan.

Syekh Dr. Saleh bin ‘Abdul ‘Aziz Sindi berkata:
فاعزم على ترك المعاصي، فإن من عقيدة أهل السنة والجماعة: أن السيئة المتأخرة قد تحبط حسنة متقدمة؛ ولذا فسر السلف رحمهم الله قول الله عز جل:
“Bertekadlah untuk meninggalkan maksiat. Karena sesungguhnya termasuk akidah Ahlussunnah wal Jama’ah yakni keburukan yang belakangan kadang merusak kebaikan yang terdahulu. Karena itu, para salaf-semoga Allah merahmati mereka-menafsirkan firman Allah:
{وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ} [محمد: 33]
“Dan jangan kalian merusakkan segala amal kalian! ”
قالوا (بالكبائر), فالمعاصي لها أثر في إحباط الأعمال المتقدمة، وإن زللت فبادر بالتوبة
Mereka menjelaskan maksudnya yaitu merusak dengan dosa-dosa besar. Karena itu, kemaksiatan memiliki pengaruh dalam merusak amalan terdahulu. Kalau engkau tergelincir, maka segeralah bertobat.” (Muhimmaat ‘Aqdiyyah Fii ‘Ibadah Ash-Shiyaam)

Ramadhan akan usai, tetapi bukan berarti akan usai pula amalan kita.

Istikamahlah. Tetaplah beramal. Teruslah beramal. Sampai maut menjemputmu. Sampai engkau menemui ajalmu.

Allah berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang yakin (maut) kepadamu.” (QS. Al-Hijr: 99)

Siberut, 29 Ramadhan 1444
Abu Yahya Adiya