Waktu Membunuhmu?

Matahari terbit lalu tenggelam. Bulan datang lalu menghilang.

Siang berlalu lalu datanglah malam. Dan malam berlalu lalu datanglah siang.

Apakah ada pelajaran dari semua kejadian itu?

Apakah ada hikmah dari semua kejadian itu?

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

“Dan mereka berkata, ‘Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita kecuali masa’. Dan mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS. Al Jatsiah, 24).

Mereka di sini maksudnya orang-orang musyrik di zaman jahiliah yang sependapat dengan kelompok Duhriyyah, yaitu penolak hari kebangkitan manusia dari kubur.

Imam Sufyan bin ‘Uyainah berkata:

كَانَ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ يَقُولُونَ:

“Orang-orang jahiliah berkata:

إِنَّمَا يُهْلِكُنَا اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ، هُوَ الَّذِي يُهْلِكُنَا، وَيُمِيتُنَا، وَيُحْيِينَا

“Yang membinasakan kita hanyalah malam dan siang. Itulah yang membinasakan kita, mematikan kita, dan menghidupkan kita.” (HR. Ibnu Hibban)

Hanyalah kehidupan di dunia saja artinya tidak ada kehidupan akhirat.

Kita mati dan kita hidup artinya:

أي؛ يموت بعض ويحيا بعض بأن يولدوا.

“Sebagian dari kita mati dan sebagian dari kita hidup, yaitu dengan dilahirkan.” (Al-Mulakhash fi Syarh Kitab At-Tauhid)

Tidak ada yang membinasakan kita kecuali masa yaitu berlalunya waktu, siang dan malam.

Maksud mereka:

ليس هلاكنا بأمر الله وقدره، بل بطول السنين لمن طالت مدته، والأمراض، والهموم، والغموم، لمن قصرت مدته; فالمهلك لهم هو الدهر.

“Kebinasaan kita bukan karena perintah Allah dan ketetapan-Nya, melainkan karena panjangnya umur bagi orang yang hidupnya panjang, dan karena penyakit, kesedihan, dan kegundahan bagi orang yang hidupnya pendek. Yang membinasakan mereka adalah masa.” (Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitab At-Tauhid)

Dan mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang itu artinya:

أي وليس لهم أدنى علم على قولهم لا من وحي وكتاب إلهي ولا من عقل صحيح

“Mereka tidak mempunyai sedikit pun pengetahuan atas pendapat mereka, baik dari wahyu dan kitab suci, maupun dari akal sehat.” (Aisar At-Tafaasiir)

Artinya ucapan mereka tidak ada dasarnya. Tidak ada dalilnya.

Lantas, kenapa bisa muncul ucapan tadi dari mereka?

“mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.”

 

Ada beberapa faidah yang bisa kita petik dari ayat tadi:

 

  1. Penetapan adanya kebangkitan manusia dari kubur dan bantahan terhadap orang yang mengingkarinya.

 

  1. Sangkaan, perkiraan, dan perasaan tidak bisa dijadikan dasar dalam masalah keyakinan.

 

  1. Orang yang ingin meniadakan sesuatu seharusnya menyebutkan alasan dan dasar kenapa ia meniadakan sesuatu itu. Sebagaimana orang yang ingin menetapkan sesuatu seharusnya menyebutkan alasan dan dasar kenapa ia menetapkan sesuatu itu.

 

  1. Haramnya mencela masa, zaman, dan waktu.

Kalau seseorang mencela masa, zaman, dan waktu karena berkeyakinan bahwa…

Masa itulah yang memberikan bencana…

zaman itulah yang memberikan keburukan…

Dan waktu itulah yang memberikan kesialan…

Maka ia kafir dan musyrik. Sama seperti orang-orang musyrik Duhriyyah.

Tapi kalau seseorang mencela masa, zaman, dan waktu karena berkeyakinan bahwa masa, zaman, dan waktu adalah perantara turunnya musibah dan bencana, sedangkan yang menurunkan musibah dan bencana adalah Allah, maka ia telah terjatuh dalam perbuatan yang sangat diharamkan.

Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:

فهذا محرم، ولا يصل إلى درجة الشرك، وهو من السفه في العقل والضلال في الدين; لأن حقيقة سبه تعود إلى الله – سبحانه -; لأن الله تعالى هو الذي يصرف الدهر،

“Itu diharamkan, tapi tidak sampai tingkatan syirik. Itu termasuk kedunguan dalam berpikir dan kesesatan dalam beragama. Sebab, hakekat celaannya kembali kepada Allah. Sebab, Allah lah yang mengatur waktu.” (Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitab At-Tauhid)

Karena itu, diharamkan mencela masa, dalam bentuk apapun. Baik dengan ucapan maupun perbuatan.

Seperti ucapan: “Ini zaman edan!”, “Ini masa gila!”, “Aku telah sakit oleh masa”, “Aku telah menderita karena masa”, dan kalimat lainnya yang tidak pantas diucapkan oleh seorang yang berakal, apalagi seorang muslim!

Siberut, 15 Muharram 1442

Abu Yahya Adiya

 

Sumber:

  1. Aisar At-Tafaasiir likalaam Al-Aliyy Al-Kabiir karya Syekh Abu Bakar Al-Jazairi.
  2. Al-Mulakhash fi Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh Al-Fauzan.
  3. Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitab At-Tauhid karya Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin.
  4. Jami’ Al-Bayaan Fii Ta’wiil Al-Quran karya Imam Ath-Thabari.