Ada 3 sifat yang Allah cintai. Kalau 3 sifat itu ada pada diri kita, niscaya Allah mencintai kita.
Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الْخَفِيَّ
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, kaya, dan tersembunyi.” (HR. Muslim)
Sifat pertama yang Allah cintai yaitu takwa. Apa yang dimaksud dengan takwa di sini?
Seorang ulama tabiin, Thalq bin Habib berkata:
التَّقْوَى الْعَمَلُ بِطَاعَةِ اللَّهِ عَلَى نُورٍ مِنَ اللَّهِ رَجَاءَ رَحْمَةِ اللَّهِ، وَالتَّقْوَى تَرْكُ مَعَاصِي اللَّهِ عَلَى نُورٍ مِنَ اللَّهِ مَخَافَةَ عَذَابِ اللَّهِ
“Bertakwa adalah engkau mengamalkan ketaatan kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah dan karena mengharapkan pahala Allah. Dan bertakwa adalah engkau meninggalkan maksiat berdasarkan cahaya dari Allah dan karena takut siksa Allah.” (Az-Zuhd Al-Kabir)
Berdasarkan cahaya dari Allah artinya berdasarkan ilmu atau pengetahuan.
Karena itu, siapa yang menjalankan perintah Allah dalam keadaan tidak tahu bahwa itu diperintahkan oleh-Nya atau menjauhi larangan Allah dalam keadaan tidak tahu bahwa itu dilarang oleh-Nya, maka ia bukanlah orang yang bertakwa kepada Allah.
Karena mengharapkan pahala Allah dan karena takut siksa Allah artinya ikhlas karena Allah.
Karena itu, siapa yang menjalankan perintah Allah atau menjauhi larangan Allah karena mengharapkan pujian manusia atau karena tujuan dunia, maka ia bukanlah orang yang bertakwa kepada Allah.
Sifat kedua yang Allah cintai yaitu kaya. Apa yang dimaksud dengan kaya di sini?
Imam An-Nawawi berkata:
الْمُرَاد بِالْغِنَى غِنَى النَّفْس هَذَا هُوَ الْغِنَى الْمَحْبُوب
“Yang dimaksud dengan kekayaan di sini yaitu kekayaan jiwa. Inilah kekayaan yang dicintai.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj)
Itu berdasarkan sabda Nabi ﷺ:
لَيس الغِنَي عَن كثْرَةِ العَرضِ، وَلكِنَّ الغنِيَ غِنَي النَّفسِ
“Kekayaan itu bukan karena banyaknya harta, akan tetapi kekayaan hakiki adalah kekayaan jiwa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Siapa yang berjiwa kaya, merasa cukup terhadap pemberian-Nya, tidak menengok apa yang ada di tangan orang lain, maka Allah mencintainya.
Sifat ketiga yang Allah cintai yaitu tersembunyi. Apa yang dimaksud dengan tersembunyi di sini?
Imam An-Nawawi berkata:
وَأَمَّا ( الْخَفِيّ ) ..فَمَعْنَاهُ بِالْمُعْجَمَةِ الْخَامِل الْمُنْقَطِع إِلَى الْعِبَادَة وَالِاشْتِغَال بِأُمُورِ نَفْسه
“Adapun tersembunyi…. maka maknanya adalah seseorang yang tertutup, mencurahkan dirinya untuk beribadah, dan menyibukkan diri dengan perkara-perkara yang berkaitan dengan dirinya sendiri.”(Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj)
Siapa yang mencurahkan waktunya untuk beribadah kepada-Nya dan menyibukkan dirinya dengan aibnya sendiri sehingga tidak ‘dikenal’ oleh orang lain, maka Allah mencintainya.
Lantas, maukah kita dicintai Allah?
Siberut, 17 Rajab 1444
Abu Yahya Adiya






