Bagaimana cara mudah menarik hati bos?
Mematuhi perintahnya.
Namun, apa sikap seorang pegawai jika ditunjuk oleh bosnya untuk menguping, merekam, atau mencatat dengan diam-diam pembicaraan rekan-rekan kerjanya tentang bosnya?
Apakah ia mematuhi perintah bosnya?
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.” (QS. Al-Hujurat: 12)
Kalau ia tetap merekam pembicaraan rekan-rekan kerjanya, maka ia telah melanggar firman Allah ini.
Selain itu….
Nabi ﷺ bersabda:
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الحَدِيثِ، وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا
“Hati-hatilah dari prasangka buruk, karena itu sedusta-dusta ucapan. Jangan kalian saling mencari aib sesama kalian, dan jangan kalian saling mematai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kalau ia tetap mencatat pembicaraan rekan-rekan kerjanya, maka ia telah melanggar sabda Nabi ﷺ ini.
Apa bahayanya kalau tetap melakukan itu?
Nabi ﷺ bersabda:
وَمَنِ اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ، وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ، أَوْ يَفِرُّونَ مِنْهُ، صُبَّ فِي أُذُنِهِ الآنُكُ يَوْمَ القِيَامَةِ
“Siapa yang menguping pembicaraan suatu kaum padahal mereka tidak menyukai itu atau telah menghindarinya, maka akan dituangkan cairan timah panas ke telinganya di hari kiamat.” (HR. Bukhari)
Adakah orang yang suka kalau cairan timah panas dikucurkan ke telinganya?
Selain terancam demikian, ada lagi ancaman lain yakni….
Nabi ﷺ bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ
“Tidak akan masuk surga pengadu domba.” (HR. Muslim)
Jika seorang pegawai mengadukan kepada bosnya perkataan, perbuatan, atau sikap rekannya, padahal rekannya itu tidak suka kalau itu diadukan, maka itu adalah adu domba dan itu sangat besar dosanya.
Imam Ibnul Mundzir berkata:
وَقد أَجمعت الْأمة على تَحْرِيم النميمة وَأَنَّهَا من أعظم الذُّنُوب عِنْد الله تَعَالَى
“Sungguh, umat telah sepakat akan haramnya mengadu domba dan bahwasanya itu termasuk dosa yang sangat besar di sisi Allah.” (At-Targhib wa At-Tarhib)
Ya, dosa yang sangat besar di sisi-Nya. Saking besarnya dosa tersebut, sampai-sampai tidak akan masuk surga pelakunya!
Dan kalau yang ia adukan adalah aib dan kekurangan rekannya, maka makin bertumpuklah kesalahannya!
Imam Al-Ghazali berkata:
فإن كان ما ينم به نقصاً وعيباً في المحكي عنه كان قد جمع بين الغيبة والنميمة
“Jika yang ia adukan adalah kekurangan dan aib orang yang dibicarakan, maka ia telah menggabungkan antara menggunjing dan mengadu domba.” (Ihya ‘Ulum Ad-Diin)
Siberut, 3 Rabi’ul Tsani 1443
Abu Yahya Adiya
Sumber:
- https://www.islamweb.net/ar/fatwa/66591/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%AA%D8%AC%D8%B3%D8%B3-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%AF%D9%8A%D8%B1-%D8%B9%D9%84%D9%89-%D9%85%D9%88%D8%B8%D9%81%D9%8A%D9%87
- https://islamqa.info/ar/answers/26964/%D8%AA%D8%AD%D8%B1%D9%8A%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%AA%D8%AC%D8%B3%D8%B3-%D8%B9%D9%84%D9%89-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D8%AE%D8%B1%D9%8A%D9%86






