Siapakah Temanmu?

Siapakah Temanmu?

Seorang teman kaget bukan main. Ia sangat terkejut menyaksikan orang yang ada di hadapannya. Ia seakan-akan tidak percaya kalau orang yang di depan matanya adalah sahabatnya.

4 bulan sebelumnya, ketika mengantarnya ke sebuah pabrik, tempat kerjanya yang baru, ia masih terlihat istimewa dalam pandangannya.

Bagaimana tidak, ia orang yang semangat mempraktekkan sunnah Nabi. Bahkan, ketika memasuki dunia baru di tempat kerjanya, ia tidak canggung menampakkan identitas keislamannya. Ia memakai gamis di hari pertamanya masuk kerja!

Pemandangan yang tentu saja asing di lingkungan kerjanya.

Itu empat bulan yang lalu. Adapun sekarang?

Gamis yang dulu sering ia pakai telah diganti dengan baju dan celana jeans yang banyak sobekan! Anting menghiasi telinganya, dan bir dipegang tangannya! Ia sedang pesta miras dengan beberapa orang di tempat kerjanya!

Inikah sahabatnya? Kenapa ia jadi begini???

Ia bingung melihat pemandangan yang aneh seperti itu. Kemudian ia perhatikan lingkungan pabrik tadi, ternyata ia dapati itu merupakan lingkungan yang rusak. Betapa tidak, maksiat serba bebas di situ. Mau mabuk-mabukan bisa. Mau berzina pun bisa.

Na’udzu billah min dzalika..!

Pergaulan telah mengubah sahabatnya. Pergaulan telah merusak sahabatnya. Tidak butuh setahun atau dua tahun, cukup 4 bulan saja!

Astaghfirullah…

Maka benarlah Nabi ﷺ tatkala bersabda:

إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ، وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ، كَحَامِلِ الْمِسْكِ، وَنَافِخِ الْكِيرِ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti pembawa minyak wangi dan peniup api pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan memberi minyak wangi kepadamu atau engkau membeli itu darinya atau engkau hanya mencium aroma harum darinya. Sedangkan peniup api pandai besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau mencium darinya bau yang tidak sedap.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Inilah wejangan Nabi ﷺ yang begitu berharga.

Teman yang baik seperti pembawa minyak wangi. Ia akan memberi minyak wangi kepadamu. Kalau tidak, engkau bisa membeli minyak wangi darinya. Jika tidak, minimal, engkau mencium aroma harum karena dekat dengannya.

Ya, bisa jadi ia berbuat baik kepadamu. Atau, engkau mengambil kebaikan darinya. Atau, paling tidak, engkau terpengaruh oleh kebaikannya.

Adapun teman yang buruk, ia seperti tukang pandai besi. Ia akan membakar pakaianmu. Jika tidak, minimal engkau mencium aroma yang tidak sedap dari dirinya.

Ya, ia akan berbuat buruk kepadamu. Atau, paling tidak, engkau terpengaruh oleh keburukannya.

Lantas, siapakah temanmu?

 

Siberut, 12 Agustus 2016
Abu Yahya Adiya