Ini salah satu cara kita mengagungkan-Nya.
Ini salah satu bentuk pengagungan terhadap-Nya.
Nabi ﷺ bersabda:
مَنِ اسْتَعَاذَ بِاللَّهِ فَأَعِيذُوهُ
“Siapa yang meminta perlindungan dengan menyebut nama Allah, maka lindungilah ia.
وَمَنْ سَأَلَ بِاللَّهِ فَأَعْطُوهُ
Siapa yang meminta dengan menyebut nama Allah, maka berilah ia.
وَمَنْ دَعَاكُمْ فَأَجِيبُوهُ
Siapa yang mengundangmu, maka penuhilah undangannya.
وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ
Dan siapa yang berbuat baik kepadamu, maka balaslah kebaikan itu (dengan sebanding atau lebih baik).
فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ، فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوه
Jika engkau tidak mendapatkan sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka doakan ia, sampai engkau merasa yakin bahwa engkau telah membalas kebaikannya.“ (HR. Abu Daud, dan An-Nasai)
Meminta perlindungan dengan menyebut nama Allah seperti dengan mengatakan, “Demi Allah, lindungilah aku!”
Kalau ada yang berkata demikian, maka lindungilah ia, kata Nabi ﷺ.
Meminta dengan menyebut nama Allah seperti dengan mengatakan, “Demi Allah, aku meminta kepadamu…”
Kalau ada yang berkata demikian, maka berilah ia, kata Nabi ﷺ.
Artinya, siapa pun yang meminta perlindungan, pertolongan, atau apa pun kepadamu dengan menyebut nama-Nya, sedangkan permintaannya itu bukanlah kemaksiatan kepada-Nya, maka berilah apa yang ia minta. Engkau wajib memenuhi apa yang ia minta, kalau memang engkau mampu.
Mengapa demikian? Sebagai bentuk pengagungan terhadap Tuhanmu.
Sebab, ia telah meminta dengan menyebut nama Tuhanmu yang agung, karena itu agungkanlah Dia dengan memberikan kepadanya apa yang ia minta.
Dan itulah salah satu cara mengagungkan Tuhanmu!
Siberut, 16 Rabi’ul Tsani 1442
Abu Yahya Adiya






