Kalau manusia berjanji, bisa jadi ia menepatinya dan bisa jadi tidak. Adapun Allah…
“Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.“ (QS. Ali-‘Imran: 9)
Allah pasti menepati janji-Nya dan tidak mungkin menyalahinya.
Apa saja janji-janji Allah?
Abu Al-‘Aliyah berkata:
إِنَّ اللهَ قَضَى عَلَى نَفْسِهِ أَنَّ: مَنْ آمَنَ بِهِ هَدَاهُ، وَتَصْدِيْقُ ذَلِكَ فِي كِتَابِ اللهِ:
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri-Nya bahwa siapa yang beriman kepada-Nya, maka Dia akan memberikan petunjuk kepadanya. Bukti demikian dalam kitab Allah:
{وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللهِ يَهْدِ قَلْبَهُ} [التَّغَابُنُ: 11]
“Dan siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At Taghabun: 11)
وَمَنْ تَوَكَّلَ عَلَيْهِ كَفَاهُ، وَتَصْدِيْقُ ذَلِكَ فِي كِتَابِ اللهِ:
Siapa yang bertawakal kepada-Nya, maka Dia akan memberikan kecukupan kepadanya. Bukti demikian dalam kitab Allah:
{وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ} [الطَّلاَقُ: 3]
“Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Dialah yang mencukupinya.” (QS. Ath-Thalaq: 3)
وَمَنْ أَقْرَضَهُ جَازَاهُ، وَتَصْدِيْقُ ذَلِكَ فِي كِتَابِ اللهِ:
Siapa yang memberikan pinjaman kepada-Nya, maka Dia akan membalasnya. Bukti demikian dalam kitab Allah:
{مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللهَ قَرْضاً حَسَناً، فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافاً كَثِيْرَةً} [البَقَرَةُ: 245]
“Siapa yang memberi pinjaman yang baik kepada Allah, maka Dia akan melipatgandakan itu berkali-kali lipat baginya.“ (QS. Al-Baqarah: 245)
وَمَنِ اسْتَجَارَ مِنْ عَذَابِهِ أَجَارَهُ، وَتَصْدِيْقُ ذَلِكَ فِي كِتَابِ اللهِ:
Siapa yang meminta perlindungan kepada-Nya dari siksa-Nya, maka Dia akan memberikan perlindungan kepadanya. Bukti demikian dalam kitab Allah:
{وَاعْتَصِمُوا بَحْبِلِ اللهِ جَمِيْعاً} [آلُ عِمْرَانَ: 103]
“Dan berpegang teguhlah kalian pada tali Allah.” (QS. Ali-‘Imran: 103)
وَالاعْتِصَامُ: الثِّقَةُ بِاللهِ
Berpegang teguh di sini yaitu percaya kepada Allah.
وَمَنْ دَعَاهُ أَجَابَهُ، وَتَصْدِيْقُ ذَلِكَ فِي كِتَابِ اللهِ:
Dan siapa yang yang berdoa kepada-Nya, maka Dia mengabulkannya. Bukti demikian dalam kitab Allah (QS. Al-Baqarah: 186):
{وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي، فَإِنِّي قَرِيْبٌ، أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ} [البَقَرَةُ: 186]
“Bila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (Siyar A’lam An-Nubala)
Siapa yang benar-benar beriman kepada-Nya, maka cahaya, hidayah, dan kelapangan akan meliputinya. Sebaliknya, siapa yang tidak sungguh-sungguh dalam beriman kepada-Nya, atau malah enggan beriman kepada-Nya, maka kegelapan, kesesatan, dan kesempitan akan meliputi hidupnya.
Allah berfirman:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا
“Dan siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, ia akan menjalani kehidupan yang sempit.” (QS. Thaha: 124)
Siapa yang bertawakal dan bergantung kepada-Nya, maka Dia akan memberikan kecukupan kepadanya dan tidak akan menelantarkannya. Sebaliknya, siapa yang enggan bertawakal kepada-Nya, dan malah bergantung kepada selain-Nya, maka:
وَمَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِلَيْهِ
“Siapa yang menyandarkan diri pada sesuatu, maka ia akan dijadikan bergantung padanya.” (HR. An-Nasai)
Ya, Allah akan menjadikan ia bergantung padanya dan Dia akan menelantarkannya.
Siapa yang berinfak di jalan-Nya, maka Dia akan memberikan sebaik-baik pembalasan kepadanya dan tidak akan menyia-nyiakannya. Sebaliknya, siapa yang pelit dan enggan menginfakkan hartanya di jalan-Nya, maka:
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا:
“Tidak satu hari pun yang mana para hamba memasuki waktu paginya, melainkan ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa:
اللهُمَّ، أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا
“Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menginfakkan hartanya.”
وَيَقُولُ الْآخَرُ:
Dan yang satunya lagi berdoa:
اللهُمَّ، أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
“Ya Allah, berikanlah kerusakan kepada orang yang tidak menginfakkan hartanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Siapa yang berdoa dan memohon perlindungan kepada-Nya, maka Dia akan mengabulkannya dan memberikan perlindungan kepadanya, serta rida kepadanya. Sebaliknya, siapa yang enggan berdoa kepada-Nya dan tidak mau memohon perlindungan kepada-Nya, maka ia tidak akan mendapatkan perlindungan-Nya dan akan mendapatkan kemurkaan-Nya.
Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ
“Sesungguhnya siapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Dia akan murka kepadanya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Itulah janji-janji Allah yang mesti kita benarkan dengan hati, lisan, dan tindak-tanduk kita. Kalau tidak, maka hendaknya kita bercermin, mungkin iman telah hilang dari diri kita.
Siberut, 2 Jumada Ats-Tsaniyah 1446
Abu Yahya Adiya






