Angin kencang menerjang, merusak berbagai bangunan, dan mencederai beberapa orang, bahkan menimbulkan korban jiwa.
Apa yang akan kita lakukan kalau itu terjadi di depan mata?
Nabi ﷺ bersabda:
لَا تَسُبُّوا الرِّيحَ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مَا تَكْرَهُونَ فَقُولُوا
“Jangan kalian cela angin. Jika kalian melihat apa yang tidak kalian sukai, maka katakanlah:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَذِهِ الرِّيحِ وَخَيْرِ مَا فِيهَا وَخَيْرِ مَا أُمِرَتْ بِهِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ الرِّيحِ وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُمِرَتْ بِهِ
“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang ada padanya serta kebaikan yang ia diperintahkan untuk itu. Dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini dan keburukan yang ada padanya serta keburukan yang ia diperintahkan untuk itu.” (HR. Tirmidzi)
Jangan kalian cela angin. Ya, ini larangan dari nabi kita.
Beliau ﷺ melarang kita mencela angin. Sebab, seorang mukmin bukan orang yang suka mencela.
Nabi ﷺ bersabda:
ليس المؤمن بالطعان ولا اللعان والفاحش البذيء
“Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, dan juga mengucapkan kata-kata keji.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Beliau ﷺ melarang kita mencela angin. Sebab, beliau pernah bersabda:
لَا تُسُبُّوا الرِّيحَ فَإِنَّهَا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ تَأْتِي بِالرَّحْمَةِ وَالْعَذَابِ
“Jangan kalian cela angin, karena sesungguhnya ia datang dari Allah. Ia datang membawa rahmat dan juga azab.” (HR. Ibnu Majah)
Yang mengirim angin kepada kita adalah Tuhannya angin yaitu Allah Azza Wa Jalla, makanya apakah kita akan mencela-Nya dan mencela keputusan-Nya?
Imam Asy-Syafi’i berkata:
وَلَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ أَنْ يَسُبَّ الرِّيحَ فَإِنَّهَا خَلْقُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مُطِيعٌ وَجُنْدٌ مِنْ أَجْنَادِهِ يَجْعَلُهَا رَحْمَةً وَنِقْمَةً إذَا شَاء
“Tidak sepantasnya seseorang memaki angin, karena sesungguhnya itu ciptaan Allah عز وجل yang menaati-Nya, dan juga salah satu tentara-Nya yang Dia jadikan sebagai rahmat dan niqmat (bencana) jika Dia menghendaki.” (Al-Umm)
Lalu bagaimana kalau angin sudah terlihat merusak dan berbahaya?
“Jika kalian melihat apa yang tidak kalian sukai, maka katakanlah, ‘Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dari kebaikan angin ini dan kebaikan yang ada padanya serta kebaikan yang ia diperintahkan untuk itu. Dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini dan keburukan yang ada padanya serta keburukan yang ia diperintahkan untuk itu.”
Artinya, separah apa pun angin yang datang kepada kita, Nabi ﷺ tidak menyuruh kita untuk memakinya. Beliau justru melarang memakinya.
Yang ada, beliau malah menyuruh kita untuk berdoa kepada Allah dengan doa yang beliau ﷺ ajarkan tadi.
Karena itu, sudah seharusnya seorang muslim menerima ketetapan Allah عز وجل dan tidak menentangnya, apalagi mencelanya.
Sebagaimana ia wajib menerima dan tunduk terhadap aturan-Nya yang ada dalam kitab-Nya, ia pun wajib menerima dan tunduk terhadap aturan-Nya yang ada dalam ciptaan dan kekuasaan-Nya.
Siberut, 23 Rabi’ul Tsani 1442
Abu Yahya Adiya






