Aib Siapa yang Lebih Perlu untuk Diperhatikan?

Aib Siapa yang Lebih Perlu untuk Diperhatikan?

Kita punya aib, dan orang lain juga punya aib. Kita punya kekurangan, dan orang lain juga punya kekurangan. Maka, aib siapa yang lebih perlu untuk kita perhatikan? Dan kekurangan siapa yang lebih perlu untuk kita pikirkan?

Ibnu ‘Abbas berkata:

إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَذْكُرَ عُيُوبَ صَاحِبَكَ فَاذْكُرْ عُيُوبَكَ

“Jika engkau ingin menyebutkan aib-aib temanmu, maka ingatlah aib-aibmu!” (Syu’ab Al-Iman)

Ya, ingatlah aib-aibmu sendiri!

Kalau kita mau menengok diri kita sendiri, niscaya kita dapati aib kita begitu banyak dan perlu kita insafi. Maka, bagaimana bisa sempat-sempatnya kita ‘mengukur’ aib orang lain lalu melupakan aib diri sendiri?!

Dzun Nun berkata:

وَمَنْ نَظَرَ فِي عُيُونِ النَّاسِ عُمِّيَ عَنْ عُيُوبِ نَفْسِهِ

“Siapa yang memerhatikan aib-aib orang lain, maka ia akan dibutakan dari aib-aib dirinya sendiri.” (Syu’ab Al-Iman)

Kalau kita selalu ‘mengukur’ aib orang lain, maka kita akan lupa untuk ‘mengukur’ aib diri sendiri. Kalau sudah begitu, tanggunglah akibatnya sendiri!

Nabi ﷺ bersabda:

فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ، يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ

“Sesungguhnya siapa yang suka mencari-cari aib saudaranya sesama muslim, maka Allah akan mencari-cari aibnya. Dan siapa yang dicari-cari aibnya oleh Allah, niscaya Dia akan membongkar aibnya, walaupun ia ada di dalam tempat tinggalnya!” (HR. Tirmidzi)

Karena itu, koreklah aibmu sendiri dan jangan korek aib orang lain. Kalau tidak, jangan kaget kalau terbongkar aibmu sendiri!

 

Siberut, 16 Muharram 1446
Abu Yahya Adiya