Menjawab Orang Dungu

Menjawab Orang Dungu

“Siapa orang yang paling dungu?”

Itulah pertanyaan ‘Ali bin Abi Thalib kepada ‘Amir bin Murrah Az-Zuhri. Maka ‘Amir pun menjawab:

مَنْ ظَنَّ أَنَّهُ أَعْقَلُ النَّاسِ.

“Siapa yang menyangka bahwa dirinya adalah orang yang paling pandai.”

Lalu ‘Ali berkata kepadanya:

صَدَقْت، فَمَنْ أَعْقَلُ النَّاسِ؟

“Engkau benar. Lantas, siapa orang yang paling pandai?”

‘Amir pun menjawab:

مَنْ لَمْ يَتَجَاوَزْ الصَّمْتَ فِي عُقُوبَةِ الْجُهَّالِ

“Siapa yang tidak melampaui diam dalam menghukum orang-orang bodoh.” (Adab Ad-Dunya wa Ad-Din)

Orang yang dungu itu sok tahu dan merasa mengerti segala sesuatu, sehingga sulit ditegur dan diberitahu.

Kalau ditegur kesalahannya, ia malah membusungkan dadanya. Kalau berdebat dengannya, malah tersulut emosinya.

Kalau kita menghadapi orang yang demikian, maka cukup bagi kita untuk mendiamkannya dan tidak usah meladeninya.

Imam Al-A’masy berkata:

جواب ‌الأحمق السكوت عنه

“Jawaban untuk orang yang dungu adalah mendiamkannya.” (Syu’ab Al-Iman)

Ya, mendiamkannya. Dan itu adalah sebaik-baik jawaban untuknya.

 

Siberut, 4 Sya’ban 1446
Abu Yahya Adiya