Nabi ﷺ bersabda:
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ
“Sungguh, kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian. Sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai kalaupun mereka memasuki lubang dhob, niscaya kalian pun akan memasukinya.”
Para sahabat bertanya:
يَا رَسُولَ اللهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى؟
“Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi dan Nashrani?”
Beliau menjawab:
فَمَنْ
“Siapa lagi?!” (HR. Bukhari dan Muslim)
Apa yang dimaksud dengan dhob?
Disebutkan dalam Al-Mu’jam Al-Wasith:
حيوان من جنس الزواحف من رتبة العظاء، غليظ الجسم خشنه، وله ذنب عريض حرش أعقد، يكثر فى صحارى الأقطار العربية
“Hewan dari jenis binatang merayap setingkat dengan kadal, tebal badannya dan kasar. Ia mempunyai ekor yang lebar, kasar dan kaku. Ia banyak tersebar di padang pasir wilayah Arab.”
Imam Ash-Shan’ani berkata:
والضب حيوان معروف، قال ابن خالويه: أنه يعيش مائة سنة وأنه لا يشرب الماء
“Dhob adalah hewan yang sudah dikenal. Ibnu Khalawaih berkata bahwa dhob hidup selama 100 tahun dan tidak meminum air.” (At-Tanwiir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir)
Apa maksud Nabi ﷺ menyebutkan lubang dhab di sini?
Imam Al-Qasthalani berkata:
وخصّ جحر الضبّ بذلك لشدّة ضيقه ورداءته، ومع ذلك فإنهم لاقتفائهم آثارهم واتباعهم طرائقهم لو دخلوا في مثل هذا الضيق الرديء لوافقوهم
“Dikhususkan penyebutan lubang dhab di sini, dikarenakan sangat sempitnya dan buruknya. Walaupun demikian, mereka itu, karena meniti jejak orang-orang sebelum mereka dan mengikuti jalan mereka, kalaupun orang-orang sebelum mereka masuk ke tempat yang sempit dan buruk itu, niscaya mereka pun mencocoki mereka.” (Irsyad As-Sari Lisyarh Shahih Al-Bukhari)
Imam Al-Munawi berkata:
وَالْمَقْصُود ان هَذِه الامة تتشبه بِأَهْل الْكتاب فِي كل مَا يَفْعَلُونَهُ حَتَّى لَو فعلو هَذَا الَّذِي يخْشَى مِنْهُ الضَّرَر الْبَين لتبعوهم فِيهِ
“Maksudnya yaitu bahwa umat ini menyerupai Ahli Kitab dalam segala yang mereka lakukan. Sampai kalaupun mereka melakukan perbuatan yang dikhawatirkan menimbulkan bahaya yang nyata seperti itu, mereka pun tetap mengikuti mereka dalam hal itu.” (At-Taisiir Bisyarh Al-Jami’ Ash-Shaghiir)
Imam Ash-Shan’ani berkata:
وهذا إخبار أنهم يتابعونهم في ما لا نفع فيه ولا يغني فاعليه
“Ini adalah kabar bahwa mereka akan mengikuti orang-orang Yahudi dan Nashrani dalam perbuatan yang tidak ada manfaatnya dan tidak berguna bagi pelakunya.” (At-Tanwiir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir)
Apa maksud Nabi ﷺ mengabarkan bahwa umat ini akan mengikuti umat sebelum mereka?
Imam Al-Munawi berkata:
وَهَذَا خبر مَعْنَاهُ النَّهْي عَن اتباعهم
“Hadis ini adalah kabar yang maknanya larangan dari mengikuti jejak orang-orang sebelum mereka.” (At-Taisiir Bisyarh Al-Jami’ Ash-Shaghiir)
Faidah yang bisa kita petik dari hadis ini:
- Larangan meniru dan menyerupai orang-orang kafir.
Nabi ﷺ bersabda:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا، لَا تَشَبَّهُوا بِاليَهُودِ وَلَا بِالنَّصَارَى
“Bukan termasuk golongan kami orang yang meniru orang-orang selain kami, karena itu janganlah kalian meniru orang-orang Yahudi dan Nashrani!” (HR. Tirmidzi)
- Syirik akan muncul di tengah umat ini, sebagaimana telah muncul pada umat terdahulu.
Sebab, Nabi ﷺ mengabarkan bahwa umat ini akan meniru jalan umat terdahulu.
Kalau umat terdahulu terjatuh dalam perbuatan syirik, padahal mereka memiliki kitab suci, maka begitu pula umat ini. Bisa saja mereka terjatuh pada perbuatan syirik walaupun mereka memiliki kitab suci, kalau memang mereka tidak membacanya dan memahaminya.
- Mukjizat Nabi ﷺ. Sebab, beliau mengabarkan sesuatu yang belum terjadi dan ternyata benar-benar terjadi.
Imam Ash-Shan’ani berkata:
وهو تحذير عن تشابه من قبلهم في أفعالهم وأخلاقهم
“Sabda Nabi ini adalah peringatan agar tidak menyerupai umat sebelum mereka dalam perbuatan dan perilaku mereka.
وقد صدق إخباره – صلى الله عليه وسلم – فقد سلك الناس مسالك الأمم في الابتداع والاتساع وإقامة الحدود على الضعفاء دون الشرفاء وقبول الرشا والاتساع في شهوات الدنيا وزخرفت المساجد واتخاذ القبور أوثاناً وغير ذلك مما يعرفه كل عارف
Dan telah benarlah kabar Nabi. Umat ini telah menempuh jalannya umat-umat sebelum mereka dalam hal mengada-ada, dan berlebihan dalam beragama, menerapkan hukum hanya kepada orang-orang lemah tanpa orang-orang kuat, menerima suap, berlebihan dalam kesenangan dunia, masjid-masjid dihiasi, kuburan dijadikan berhala, dan perkara lain yang telah diketahui oleh setiap orang yang bijak.” (At-Tanwiir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir)
Imam Al-‘Aini berkata:
وَقَالَ ابْن بطال:
“Ibnu Bathal berkata:
أعلم النَّبِي أَن أمته ستتبع المحدثات من الْأُمُور والبدع والأهواء كَمَا وَقع للأمم قبلهم.
“Nabi ﷺ memberitahukan bahwa umatnya akan mengikuti perkara baru, bidah, dan hawa nafsu sebagaimana terjadi pada umat sebelum mereka.”
قلت:
Aku katakan (Al-‘Aini):
قد وَقع مُعظم مَا ذكره خُصُوصا فِي الديار المصرية وخصوصاً فِي مُلُوكهَا وعلمائها وقضاتها.
“Kebanyakan yang beliau sebutkan telah terjadi, khususnya di negeri Mesir dan khususnya pada raja, ulama, dan hakim mereka.” (‘Umdah Al-Qari Syarh Shahih Al-Bukhari)
Siberut, 14 Dzulqa’dah 1441
Abu Yahya Adiya
Sumber:
- Al-Mulakhkhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh Al-Fauzan.
- At-Taisiir Bisyarh Al-Jami’ Ash-Shaghiir karya Imam Al-Munawi,
- At-Tanwiir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir karya Imam Ash-Shan’ani,
- Irsyad As-Sari Lisyarh Shahih Al-Bukhari karya Imam Al-Qasthalani.
- Dan lain-lain






