Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :
مَنْ عَقَدَ عُقْدَةً، ثُمَّ نَفَثَ فِيهَا فَقَدْ سَحَرَ، وَمَنْ سَحَرَ فَقَدْ أَشْرَكَ، وَمَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِلَيْهِ
“Siapa yang membuat suatu ikatan, kemudian meniupnya, maka ia telah melakukan sihir. Dan siapa yang melakukan sihir, maka ia telah melakukan kemusyrikan. Dan siapa yang menyandarkan diri pada sesuatu, maka ia akan dijadikan bergantung padanya.” (HR. An-Nasai)
Siapa yang membuat suatu ikatan yaitu dalam bentuk ikatan benang dan semacamnya yang biasanya dibuat oleh tukang sihir.
kemudian meniupnya yaitu meniup ikatan tadi dengan sedikit meludahinya.
maka ia telah melakukan sihir yaitu perbuatan sihir yang diharamkan.
dan siapa yang melakukan sihir maka ia telah melakukan kemusyrikan sebab, sihir tidak mungkin terwujud tanpa syirik. Karena sihir terjadi lewat pertolongan setan.
dan siapa yang menyandarkan diri pada sesuatu, maka ia akan dijadikan bergantung padanya artinya siapa yang hatinya bergantung kepada sesuatu, maka Allah akan menjadikan ia bergantung pada sesuatu itu dan Dia akan menelantarkannya.
Faidah yang bisa kita petik dari hadis ini:
- Salah satu bentuk sihir yakni sihir ikatan atau simpulan. Yaitu sihir melalui perantara simpulan dan tiupan. Seseorang membuat simpulan lalu mengucapkan kata-kata kufur kemudian meniup simpulan tadi dengan sedikit meludahinya.
Syekh ‘Abdurrahman bin Hasan berkata:
اعلم أن السحرة إذا أرادوا عمل السحر عقدوا الخيوط ونفثوا على كل عقدة، حتى ينعقد ما يريدون من السحر
“Ketahuilah bahwa para tukang sihir jika ingin melakukan sihir, mereka membuat simpul-simpul benang dan meniup pada setiap simpul, hingga terwujudlah sihir yang mereka inginkan.” (Fath Al-Majid Syarh Kitab At-Tauhid)
Syekh ‘Abdurrahman juga berkata:
فإذا تكيفت نفسه بالخبث والشر الذي يريده المسحور، ويستعين عليه بالأرواح الخبيثة نفخ في تلك العقدة نفخا معه ريق، فيخرج من نفسه الخبيثة نفس ممازج للشر والأذى مقارن للريق الممازج لذلك
“Jika jiwa tukang sihir sudah menyatu dengan keburukan dan kejahatan yang ingin ia timpakan kepada calon korban, di mana demi mewujudkan itu ia meminta tolong kepada roh-roh jahat, maka ia akan meniup simpulan tadi dengan tiupan yang disertai ludah, lalu keluarlah dari jiwanya yang buruk nafas yang bercampur dengan keburukan dan kejelekan seiring dengan ludah yang juga bercampur dengan itu.
وقد يتساعد هو والروح الشيطانية على أذى المسحور فيصيبه بإذن الله الكوني القدري لا الشرعي، قاله ابن القيم -رحمه الله تعالى-.
Ia dan roh-roh jahat kadang saling membantu untuk menyakiti orang yang akan disihir, sehingga mengenainya dengan izin Allah secara kauni qadari, bukan syari. Itulah yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim.” (Fath Al-Majid Syarh Kitab At-Tauhid)
- Sihir adalah syirik. Sebab, sihir tidak terwujud kecuali dengan mengucapkan kata-kata kufur dan meminta pertolongan setan.
- Siapa yang bergantung kepada selain Allah, maka Dia akan menelantarkannya dan tidak akan menolongnya.
Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:
ومن هذا النوع من يتعلقون ببعض الأحراز يعلقونها; فإنهم يوكلون إلى هذا، ولا يحصل لهم مقصودهم، لكنهم لو اعتمدوا على الله، وسلكوا السبل الشرعية; حصل لهم ما يريدون،
“Dan termasuk jenis ini yaitu orang-orang yang menyandarkan diri pada sebagian jimat dan menggantungkannya. Maka mereka akan dijadikan bergantung padanya dan tidak tercapailah maksud mereka. Akan tetapi, kalau mereka menyandarkan diri kepada Allah dan menempuh jalan-jalan yang disyariatkan, niscaya tercapailah apa yang mereka inginkan.
ومن هذا النوع أيضا من تعلق شيئا من القبور، وجعلها ملجأه ومغيثه عند طلب الأمور; فإنه يوكل إليه
Dan termasuk jenis ini juga yaitu orang yang menyandarkan diri pada sebagian kubur, dan menjadikannya sebagai tempat berlindung dan penolong tatkala membutuhkan sesuatu, maka orang seperti itu juga akan dijadikan bergantung padanya.” (Al-Qaul Al-Mufid ‘Alaa Kitab At-Tauhid)
Syekh juga berkata:
ومن وكل إلى شيء من المخلوقين وكل إلى ضعف وعجز وعورة
“Siapa yang bergantung kepada makhluk, maka ia telah bergantung pada kelemahan, ketidakberdayaan, dan kekurangan.
وقد يشمل الحديث من اعتمد على نفسه وصار معجبا بما يقول ويفعل; فإنه يوكل إلى نفسه، ويوكل إلى ضعف وعجز وعورة،
Hadis ini bisa juga mencakup orang yang bersandar pada dirinya dan merasa bangga terhadap perkataan dan perbuatannya, maka orang seperti itu akan dijadikan bergantung pada dirinya, dan bergantung pada kelemahan, ketidakberdayaan, dan kekurangan.” (Al-Qaul Al-Mufid ‘Alaa Kitab At-Tauhid)
- Siapa yang bergantung kepada Allah, maka Dia akan menolongnya dan tidak akan menelantarkannya.
Allah berfirman:
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq : 3)
Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:
وإذا كان الله حسبك; فلا بد أن تصل إلى ما تريد. لكن من تعلق شيئا من المخلوقين وكل إليه…
“Jika Allah telah mencukupimu, maka engkau mesti sampai pada apa yang engkau kehendaki. Akan tetapi siapa yang menyandarkan diri pada makhluk, niscaya ia dijadikan bergantung padanya…
ولهذا ينبغي أن تكون دائما متعلقا بالله في كل أفعالك وأحوالك حتى في أهون الأمور.
Karena itu, sepantasnya engkau selalu bergantung kepada Allah dalam segala perbuatanmu dan keadaanmu, walau dalam perkara paling remeh sekalipun.” (Al-Qaul Al-Mufid ‘Alaa Kitab At-Tauhid)
Siberut, 21 Dzulqa’dah 1441
Abu Yahya Adiya
Sumber:
- Al-Mulakhkhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh Al-Fauzan.
- Al-Qaul Al-Mufid ‘Alaa Kitab At-Tauhid karya Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin
- Fath Al-Majid Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh ‘Abdurrahman bin Hasan






