Abu Hurairah dan Ular Besar

Abu Hurairah dan Ular Besar

Ia sudah meninggal dunia. Namun, siapa yang menyangka kalau ular besar akan muncul tatkala namanya dicela?

Al-Qadhi Abu Thayyib bercerita bahwa suatu ketika ia berada di suatu majlis ilmu di masjid Al-Manshur.

Lalu datanglah seorang pemuda dari Khurasan. Ia bertanya tentang masalah Al-Musharrat (tidak memerah susu unta atau kambing agar badannya terlihat berisi) dan minta dijawab dengan dalil. Kemudian diberikan dalil yaitu hadis Abu Hurairah yang berkenaan dengan masalah itu.

Hadis itu yakni:

وَلَا تُصَرُّوا الْإِبِلَ وَالْغَنَمَ، فَمَنِ ابْتَاعَهَا بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ بَعْدَ أَنْ يَحْلُبَهَا، فَإِنْ رَضِيَهَا أَمْسَكَهَا، وَإِنْ سَخِطَهَا رَدَّهَا وَصَاعًا مِنْ تَمْرٍ

“Jangan kalian menahan susu unta dan kambing. Siapa yang membeli unta dan kambing yang susunya sengaja tidak diperah, maka ia diberi dua pilihan kalau memang terlanjur memerahnya: Kalau mau, ia dapat mempertahankan kambing itu. Dan kalau tidak mau, maka ia dapat mengembalikannya dengan memberikan satu sha’ kurma.” (HR. Muslim)

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Nabi ﷺ.

Lalu apa reaksi pemuda tadi setelah disampaikan hadis ini?

Ia berkata:

أَبُو هُرَيْرَةَ غَيْرُ مَقْبُوْلِ الحَدِيْثِ .

“Abu Hurairah tidak diterima hadisnya!”

Lalu apa yang terjadi?

Al-Qadhi Abu Thayyib berkata:

فَمَا اسْتَتَمَّ كَلاَمَهُ حَتَّى سَقَطَ عَلَيْهِ حَيَّةٌ عَظِيْمَةٌ مِنْ سَقْفِ الجَامِعِ، فَوَثَبَ النَّاسُ مِنْ أَجْلِهَا، وَهَرَبَ الشَّابُّ مِنْهَا وَهِيَ تَتْبَعُهُ.

فَقِيْلَ لَهُ:

“Sebelum selesai perkataannya ada ular besar jatuh kepadanya dari atap masjid. Orang-orang pun berlompatan karenanya. Sedangkan pemuda tadi, ia lari tunggang langgang dalam keadaan ular tadi mengikutinya. Kemudian dikatakan kepadanya:

تُبْ تُبْ.

“Bertobatlah kamu! Bertobatlah kamu!”

فَقَالَ:

Maka ia pun berkata:

تُبْتُ.

“Aku telah bertobat!”

فَغَابَتِ الحَيَّةُ، فَلَمْ يُرَ لَهَا أَثَرٌ.

Maka ular tadi menghilang dan tidak terlihat bekasnya.” (Siyar A’lam An-Nubala)

Kenapa ular tadi bisa muncul dan mengejar pemuda tadi?

Nabi ﷺ bersabda:

وَلَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ

“Akan selalu ada dari umatku sekelompok orang yang tegak membela kebenaran. Tidak akan merugikan mereka sedikit pun orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datang keputusan Allah.” (HR. Abu Daud)

Imam Ahmad bin Hanbal berkata:

إِنْ لَمْ يَكُونُوا أَهْلَ الْحَدِيثِ فَلَا أَدْرِي مَنْ هُمْ

Kalau mereka itu bukan ahli hadis, maka aku tidak tahu siapa lagi mereka itu? (Fath Al-Bari)

Dan Abu Hurairah adalah ahli hadis. Bahkan, dialah pemimpin para ahli hadis. Sebab, dialah sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadis Nabi ﷺ. Makanya pantaslah kalau ia termasuk orang yang mendapatkan kabar gembira yang disebutkan dalam hadis Nabi ﷺ tadi.

Karena itu, kalau kita ingin mendapatkan pertolongan Allah, maka jadilah ahli hadis!

Jagalah dan belalah hadis nabimu, niscaya Allah akan menolongmu!

 

Siberut, 9 Muharram 1443

Abu Yahya Adiya