Apa Bahaya Riya?

Apa Bahaya Riya?

Rasulullah ﷺ bersabda :

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ

“Sesuatu yang paling kukhawatirkan terjadi pada kalian yaitu syirik kecil!”

Para sahabat bertanya:

وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللهِ؟

“Apa yang dimaksud dengan syirik kecil, wahai Rasulullah?”

Beliau ﷺ menjawab:

الرِّيَاءُ، يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: إِذَا جُزِيَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ:

“Yaitu riya. Allah berfirman kepada orang-orang yang riya di hari kiamat nanti yaitu tatkala setiap manusia dibalas sesuai amalannya:

اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فِي الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً

“Pergilah kalian kepada orang-orang yang selama di dunia kalian pamerkan amalan kalian kepada mereka, perhatikanlah apakah kalian mendapatkan balasan dari mereka?” (HR. Ahmad)

 

Ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari hadis ini:

 

  1. Nabi ﷺ adalah sosok yang penyayang kepada umatnya.

Karena rasa sayangnya itulah beliau ﷺ mengkhawatirkan dan mengingatkan umatnya agar tidak terjatuh dalam perbuatan dosa yang kelak akan menyengsarakan mereka.

Maha benar Allah tatkala berfirman:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Sungguh, telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri, terasa berat olehnya penderitaan yang kalian alami, ia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian, penyantun lagi penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah: 128)

 

  1. Syirik terbagi menjadi dua: syirik besar dan syirik kecil.

Perbedaan antara keduanya:

  1. Syirik besar menghapus seluruh amalan, sedangkan syirik kecil hanya menghapus amalan yang dimasukinya saja.
  2. Syirik besar menyebabkan pelakunya kekal di neraka, sedangkan syirik kecil tidak menyebabkan pelakunya kekal di neraka.
  3. Syirik besar mengeluarkan pelakunya dari Islam, sedangkan syirik kecil tidak mengeluarkan pelakunya dari islam.

 

  1. Riya termasuk perbuatan syirik, yaitu syirik kecil, tapi…

Walaupun dikatakan “kecil”, itu tetaplah syirik. Dosa paling besar di antara dosa-dosa besar. Lebih besar daripada dosa berzina. Lebih besar daripada dosa mencuri, korupsi, dan dosa-dosa lainnya!

Allah berfirman:

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya syirik (mempersekutukan Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman :13)

Dan jika riya ada pada amalan seseorang, maka ia tidak akan mendapatkan sedikit pun pahala dari amalannya. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis di atas.

 

  1. Wajib khawatir terjatuh dalam perbuatan riya.

Ya, wajib khawatir. Sebab…

  1. Jiwa manusia itu cenderung menyukai kepemimpinan dan pujian dari orang lain.
  2. Riya itu tidak tampak dan seringnya dianggap biasa, padahal bahayanya luar biasa. Sebab, itu syirik, dosa paling besar di antara dosa-dosa besar!

Karena itu, wajarlah kalau Nabi ﷺ mengkhawatirkan penyakit itu menjangkiti para sahabatnya.

Nah, kalau Nabi ﷺ saja mengkhawatirkan perbuatan ini terjadi pada orang-orang saleh seperti para sahabatnya, maka apalagi kita yang banyak memiliki dosa?

 

  1. Hendaknya kita selalu menjaga dan mengoreksi hati agar jangan sampai disusupi kotoran dan noda-noda hati, sehingga akhirnya lenyap dan sia-sialah amalan kita.

“Padahal tidaklah mereka diperintah kecuali agar beribadah kepada Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena menjalankan agama.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

 

Siberut, 19 Sya’ban 1441

Abu Yahya Adiya

 

Sumber:

  1. Al-Mulakhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh bin Fauzan Al-Fauzan.
  2. Riyadhush Shalihin karya Imam An-Nawawi