Cara Melembutkan Hati

Cara Melembutkan Hati

Diberi nasehat, tidak tersentuh. Melihat penderitaan orang lain, tidak terenyuh. Diingatkan dengan ayat-ayat Allah, tidak tergetar.

“Maka celakalah orang yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar: 22)

Hati yang membatu akan sengsara, sedangkan hati yang halus akan bahagia.

Hati yang keras akan menempati neraka, sedangkan hati yang lembut akan menempati surga.

Nabi ﷺ bersabda:

يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أقْوَامٌ أفْئِدتُهُمْ مِثْلُ أفْئِدَةِ الطَّير

“Akan masuk surga orang-orang yang memiliki hati seperti hati burung.” (HR. Muslim)

Ya, seperti hati burung. Halus dan lembut.

Mudah tersentuh oleh ayat-ayat Allah. Mudah tergetar ketika mendengar ayat-ayat Allah.

Mudah terenyuh ketika mengingat dosa. Mudah sekali melelehkan air mata.

Bagaimana hati bisa lembut?

1. Banyak membaca Al-Quran dan merenungkan kandungannya.

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Tuhan kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)

Al-Quran adalah penyembuh penyakit yang ada dalam dada, di antaranya hati yang keras.

 

2. Menjauhi maksiat dan dosa

Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ، فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ، صُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ زَادَ زَادَتْ، حَتَّى يَعْلُوَ قَلْبَهُ

“Sesungguhnya seorang mukmin jika berbuat dosa, maka akan ada satu titik hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, menghentikan dosanya, dan memohon ampun kepada Allah, maka akan bercahaya kembali hatinya. Namun, jika bertambah dosanya, maka bertambah pula titik hitamnya hingga menguasai hatinya. (HR. Ahmad)

Makin sering melakukan dosa, makin mengeras dan menghitamlah hati. Sebaliknya, makin sedikit melakukan dosa, maka makin melunak dan cerahlah hati.

 

3. Banyak mengingat mati

Seorang wanita mendatangi ‘Aisyah dan mengadukan kekerasan hatinya. Maka ‘Aisyah pun berkata kepadanya:

أكثري من ذكر الموت يرق قلبك.

“Perbanyaklah mengingat mati, niscaya lembutlah hatimu.” (At-Tadzkirah bi Ahwal Al-Mautaa wa Umur Al-Akhirah)

Wanita itu melakukan apa yang dinasehatkan oleh ‘ Aisyah, maka menjadi lembutlah hatinya. Kemudian wanita itu mendatangi Aisyah dan berterima kasih atas nasehatnya.

4. Memberi makan orang miskin dan mengusap kepala anak yatim

Seorang pria mendatangi Nabi ﷺ dan mengadukan kekerasan hatinya. Maka beliau ﷺ pun bersabda:

إِنْ أَرَدْتَ تَلْيِينَ قَلْبِكَ فَأَطْعِمْ الْمِسْكِينَ وَامْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ.

“Jika engkau hendak melunakkan hatimu, maka berilah makan kepada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim. ” (HR. Ahmad)

5. Memakan yang halal dan menjauhi yang haram

Seorang pemuda bertanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal:

بِمَ تَلِينُ الْقُلُوبُ؟

“Dengan apa hati menjadi lembut?”

Imam Ahmad pun menjawab:

«يَا بُنَيَّ بِأَكْلِ الْحَلَالِ».

“Wahai anakku, yaitu dengan memakan yang halal.” (Hilyah Al-Aulia wa Thabaqaat Al-Ashfiya)

 

6. Tidak berlebihan dalam makan, minum, berbicara dan tertawa

Fudhail bin ‘Iyadh berkata:

شيئان يقسيان القلب كثرة الكلام وكثرة الأكل

“Dua hal yang mengeraskan hati: banyak bicara dan banyak makan.” (Raudhah Al-‘Uqala wa Nuzhah Al-Fudhala)

Dan Nabi ﷺ bersabda:

«لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ»

“Jangan banyak tertawa, karena sesungguhnya banyak tertawa mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah)

 

7. Banyak bertaubat

‘Umar bin Al-Khaththab berkata:

جَالِسُوا التَّوَّابِينَ، فَإِنَّهُمْ أَرَقُّ شَيْءٍ أَفْئِدَةً

“Duduklah bersama orang-orang yang bertaubat, karena mereka adalah orang-orang yang memiliki hati yang halus.” (At-Taubah)

 

8. Berdoa

Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَخْلَقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلَقُ الثَّوْبُ الْخَلِقُ، فَاسْأَلُوا اللَّهَ أَنْ يُجَدِّدَ الْإِيمَانَ فِي قُلُوبِكُم

“Sesungguhnya iman yang ada pada diri kalian bisa menjadi usang sebagaimana usangnya baju. Karena itu, mohonlah kepada Allah agar selalu memperbaharui iman yang ada dalam hati kalian.” (HR. Hakim dan Thabrani)

Maka, marilah kita melunakkan dan melembutkan hati kita, sebab….
رقة القلب وغزارة الدمع وذلك من أسباب السعادة
“Lembutnya hati dan derasnya air mata merupakan salah satu sebab kebahagiaan.” (Nidau Ar-Rayyan Fii Fiqh Ash-Shaum wa Fadhli Ramadhan)

 

Siberut, 30 Mei 2017
Abu Yahya Adiya