Seandainya kita menjadi pejabat negara dan berbagai fasilitas ada di hadapan kita, maka apa yang akan kita lakukan?
Apakah kita akan memanfaatkan dan menikmati semaksimal mungkin fasilitas yang ada?
Suatu hari Khalifah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz mengirim surat kepada Abu Bakar bin Hazm. Isinya:
أَنْ أَدِقَّ قَلَمَكَ وَقَارِبْ بَيْنَ أَسْطُرِكَ فَإِنِّي أَكْرَهُ أَنْ أُخْرِجَ مِنْ أَمْوَالِ المُسْلِمِيْنَ مَا لاَ يَنْتَفِعُوْنَ بِهِ.
“Telitilah dalam menulis dan dekatkanlah antara garisnya, karena sesungguhnya aku tidak suka mengeluarkan dari harta kaum muslimin apa yang tidak bermanfaat bagi mereka.” (Siyar A’lam An-Nubala)
Bagi Khalifah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, tidak boleh seseorang boros, walaupun ketika menjalankan tugas negara.
Yahya bin Hamzah berkata:
حَدَّثَنَا عَمْرُو بنُ مُهَاجِرٍ: أَنَّ عُمَرَ بنَ عَبْدِ العَزِيْزِ كَانَ تُسْرَجُ عَلَيْهِ الشَّمْعَةُ مَا كَانَ فِي حَوَائِجِ المُسْلِمِيْنَ، فَإِذَا فَرَغَ، أَطْفَأَهَا وَأَسْرَجَ عَلَيْهِ سِرَاجَهُ.
“Amru bin Muhajir menceritakan kepada kami bahwa ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz menyalakan lilin selama menjalankan tugas melayani kaum muslimin. Jika sudah selesai, ia matikan lilin tersebut, lalu ia nyalakan lilinnya.” (Siyar A’lam An-Nubala)
Bagi Khalifah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, tidak boleh seseorang memanfaatkan fasilitas negara untuk keperluan pribadi, walaupun ia seorang pejabat negara.
Sikap apakah yang ditunjukkan oleh Khalifah yang saleh ini?
Itulah amanah. Itulah akhlak karimah. Itulah perbuatan yang mengantarkan pada kebahagiaan.
Allah berfirman:
وَالَّذِينَ هُمْ لأمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلواتِهِمْ يُحَافِظُونَ أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janji mereka, dan orang-orang yang memelihara salat mereka. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Mu’minun: 8-11)
Siberut, 13 Sya’ban 1444
Abu Yahya Adiya






