Doa Ibu Calon Pemimpin Umat

Doa Ibu Calon Pemimpin Umat

Suatu hari Mu’awiyah bin Abi Sufyan ketika masih kecil, berjalan bersama ibunya lalu tersandung. Maka ibunya berkata:

قُمْ، لاَ رَفَعَكَ اللهُ.

“Bangunlah. Semoga Allah tidak mengangkatmu!”

Seorang Arab badui melihat itu, maka ia pun berkata:

لِمَ تَقُوْلِيْنَ لَهُ؟ فَوَاللهِ إِنِّيْ لأَظُنُّهُ سَيَسُوْدُ قَوْمَهُ

“Kenapa engkau berkata seperti itu? Sungguh demi Allah, aku mengira kalau ia akan memimpin kaumnya!”

Maka ibunya berkata:

لاَ رَفَعَهُ إِنْ لَمْ يَسُدْ إِلاَّ قَوْمَهُ

“Semoga Allah tidak mengangkatnya jika hanya memimpin kaumnya!” (Siyar A’lam An-Nubala)

Inilah doa Ibu Mu’awiyah. Dan ternyata doanya Allah kabulkan. Di kemudian hari, Mu’awiyah bukan hanya memimpin kaumnya, melainkan juga menjadi gubernur Syam, bahkan ia menjadi khalifah umat Islam!

Nabi ﷺ bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ، لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ

“Tiga doa yang akan dikabulkan dan tidak diragukan yakni doa orang yang dizalimi, doa seorang musafir, dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR. Ibnu Majah)

Maka, berdoalah kepada Allah untuk kebaikan anak kita, dan jangan berdoa kepada-Nya untuk keburukan anak kita. Sebab, doa orang tua untuk anaknya akan sampai kepada-Nya dan mendapatkan pengabulan dari-Nya, baik cepat maupun lambat.

 

Siberut, 18 Rabi’ul Tsani 1446

Abu Yahya Adiya