Siapa yang tidak kenal dengan Imam Ahmad bin Hanbal?
Seorang Imam Ahlussunnah wal Jama’ah yang sangat terkenal. Saking terkenalnya, cukup disebutkan namanya saja kebanyakan orang sudah mengenalnya.
Namun, dengan kondisi beliau demikian, apa yang beliau rasakan?
Imam Ahmad bin Hanbal berkata:
أُرِيْدُ أَنْ أَكُوْنَ فِي شِعْبٍ بِمَكَّةَ حَتَّى لاَ أُعرَفَ، قَدْ بُليتُ بِالشُّهرَةِ
“Aku ingin berada di suatu lembah di Mekah hingga tak dikenal. Sungguh, aku telah diuji dengan popularitas.” (Siyar A’lam An-Nubala)
Ya, beliau tidak menyukai popularitas. Beliau tidak ingin menjadi sosok yang terkenal, walaupun kenyataannya beliau memang sangat terkenal.
Itulah sikap para ulama yang saleh di zaman dahulu. Mereka sangat menjauhi popularitas dan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menjadi populer dan terkenal.
Imam Sufyan Ats-Tsauri pernah berkata kepada Imam ‘Abdullah bin Al-Mubarak:
إِيَّاكَ وَالشُّهْرَةَ، فَمَا أَتَيْتُ أَحَداً إِلاَّ وَقَدْ نَهَى عَنِ الشُّهرَةِ.
“Hati-hatilah engkau dari popularitas. Tidaklah aku mendatangi seorang pun kecuali ia melarangku dari popularitas.” (Siyar A’lam An-Nubala)
Imam Ayyub As-Sikhtiyani berkata:
ذُكِرْتُ، وَلاَ أُحِبُّ أَنْ أُذْكَرَ.
“Aku disebut-sebut dan aku tidak suka bila disebut-sebut.” (Siyar A’lam An-Nubala)
Imam Syu’bah bercerita tentang Imam Ayyub:
رُبَّمَا ذَهَبتُ مَعَ أَيُّوْبَ لِحَاجَةٍ، فَلاَ يَدَعُنِي أَمشِي مَعَهُ، وَيَخْرُجُ مِنْ هَا هُنَا وَهَا هُنَا؛ لَكِي لاَ يُفطَنَ لَهُ.
“Kadang aku pergi bersama Ayyub untuk suatu keperluan. Dan ia tidak membiarkanku berjalan bersamanya. Ia pergi dari sini dan situ supaya tidak dikenal.” (Siyar A’lam An-Nubala)
Ya, supaya tidak dikenal. Maka bandingkanlah sikap mereka dengan sikap sebagian orang di zaman ini yang berusaha untuk terkenal dengan berbagai cara walaupun dengan melanggar aturan agama!
Imam Ayyub As-Sikhtiyani berkata:
مَا صَدَقَ عَبْدٌ قَطُّ، فَأَحَبَّ الشُّهرَةَ.
“Seorang hamba tidak akan jujur sama sekali kalau ia mencintai popularitas.” (Siyar A’lam An-Nubala)
Imam Bisyr bin Al-Harits berkata:
مَا اتَّقَى اللَّهُ مَنْ أَحَبَّ الشُّهْرَةَ
“Orang yang mencintai popularitas tidak bertakwa kepada Allah.” (Hilyah Al-Auliya wa Thabaqat Al-Ashfiya)
Imam Bisyr bin Al-Harits berkata:
لَا يَجِدُ حَلَاوَةَ الْآخِرَةِ رَجُلٌ يُحِبُّ أَنْ يَعْرِفَهَ النَّاسُ
“Orang yang suka dikenal oleh orang-orang tidak akan merasakan manisnya akhirat.” (Hilyah Al-Auliya wa Thabaqat Al-Ashfiya)
Seorang muslim sejati adalah sosok yang rendah hati. Karena itu, mengejar popularitas adalah perbuatan yang bertentangan dengan sifat tersebut.
Kalau kita ingin selamat di dunia dan akhirat, maka jauhilah popularitas. Jangan berharap menjadi sosok yang viral dan terkenal!
Imam Sufyan Ats-Tsauri berkata:
السَّلاَمَةُ فِي أَنْ لاَ تُحبَّ أَنْ تُعْرَفَ.
“Keselamatan itu kalau engkau tidak suka dikenal.” (Siyar A’lam An-Nubala)
Siberut, 7 Dzulqa’dah 1443
Abu Yahya Adiya






