Ada tiga orang yang akan menjadi lawan Allah di akhirat nanti.
Ada tiga orang yang akan menjadi musuh Allah di akhirat nanti.
Allah berfirman dalam hadis qudsi:
ثَلاَثَةٌ أَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ القِيَامَةِ: رَجُلٌ أَعْطَى بِي ثُمَّ غَدَرَ، وَرَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأَكَلَ ثَمَنَهُ، وَرَجُلٌ اسْتَأْجَرَ أَجِيرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَلَمْ يُعْطِ أَجْرَهُ
“Ada tiga orang yang menjadi lawan-Ku pada hari kiamat, yaitu orang yang berjanji atas nama-Ku, lalu tidak menepati janjinya, orang yang menjual orang yang merdeka, lalu ia makan dari hasil penjualannya, dan orang yang mempekerjakan seorang pekerja, lalu pekerja itu telah memenuhi kewajibannya, tapi orang itu tidak memberikan upahnya.” (HR. Bukhari)
Melanggar Janji atas Nama-Nya
Siapa yang tidak menepati janjinya padahal ia sudah bersumpah dengan nama-Nya, maka ia akan menjadi lawan-Nya di akhirat.
Ia akan menjadi musuh-Nya dan Dia akan mempermalukannya.
Nabi ﷺ bersabda:
لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ القِيَامَةِ يُقَالُ:
“Setiap orang yang melanggar janji akan memperoleh sebuah bendera di hari kiamat. Akan dikatakan:
هَذِهِ غَدْرَةُ فُلَانٍ
“Inilah janji yang tidak ditepati fulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kenapa bisa demikian?
Sebab, ia telah melanggar firman-Nya:
وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولا
“Dan penuhilah janji. Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabannya.” (QS. Al-Isra’: 34)
Dan ia juga telah menjadikan nama-Nya murah dan tidak berharga.
Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:
أن كثرة الحلف بالله يدل على أنه ليس في قلب الحالف من تعظيم الله ما يقتضي هيبة الحلف بالله
“Sesungguhnya banyak bersumpah dengan nama Allah menunjukkan bahwa tidak ada di dalam hati orang yang bersumpah itu pengagungan terhadap Allah yang menyebabkan segan bersumpah dengan nama-Nya.” (Al-Qaul Al-Mufid ‘Ala Kitab At-Tauhid)
Itu kalau banyak bersumpah dengan menyebut nama-Nya, apalagi kalau sampai berdusta dengan menyebut nama-Nya!
Menjual Orang yang Merdeka
Siapa yang menjadikan orang merdeka sebagai budak lalu menjualnya, maka ia akan menjadi lawan-Nya di akhirat.
Kenapa bisa demikian?
Imam Ibnu Baththal berkata:
وإنما عظم الإثم فيمن باع حرا؛ لأن المسلمين أكفاء فى الحرمة والذمة، وللمسلم على المسلم أن ينصره ولا يظلمه، وأن ينصحه ولا يسلمه، وليس فى الظلم أعظم من أن يستعبده أو يعرضه لذلك، ومن باع حرا فقد منعه التصرف فيما أباح الله له، وألزمه حال الذلة والصغار، فهو ذنب عظيم، ينازع الله به فى عبادة
“Sesungguhnya besarnya dosa menjual orang yang merdeka, karena kaum muslimin itu setara dalam hal kehormatan dan jaminan. Seorang muslim memiliki hak untuk ditolong dan tidak dizalimi, dinasihati dan tidak dibiarkan disakiti oleh muslim lainnya. Tidak ada kezaliman yang lebih besar daripada menjadikan seorang muslim sebagai budak atau menjadikan ia sebagai sasaran perbudakan. Siapa yang menjual orang yang merdeka, maka sungguh, ia telah menghalanginya dari melakukan apa yang Allah bolehkan baginya dan mengharuskannya mengalami kehinaan dan kerendahan. Itu adalah dosa yang besar yang akan Allah tuntut pada hamba-hamba-Nya.” (Syarh Shahih Al-Bukhari)
Enggan Membayar Upah
Siapa yang tidak memberikan upah kepada seorang pekerja, padahal pekerja itu telah memenuhi kewajibannya sebagaimana mestinya, maka ia akan menjadi lawan-Nya di akhirat.
Kenapa bisa demikian?
Sebab, ia telah melanggar sabda Nabi ﷺ:
أَعْطُوا الأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ
“Berilah pekerja upahnya sebelum mengering keringatnya.” (HR. Ibnu Majah)
Jika seorang pekerja telah menyelesaikan pekerjaannya, maka segeralah tunaikan upahnya. Kalau tidak, bersiap-siaplah menjadi lawan-Nya!
Siberut, 24 Jumada Ats-Tsaniyah 1446
Abu Yahya Adiya






