“Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaannya ketika ia mati.” (HR. Muslim)
Itulah keterangan dari Nabi ﷺ.
Setiap orang akan dibangkitkan sesuai dengan keadaannya ketika ia mati.
Kalau seseorang mati dalam keadaan buruk, maka ia akan dibangkitkan di hari kiamat nanti dalam keadaan buruk.
Sebaliknya, kalau ia mati dalam keadaan baik, maka ia akan dibangkitkan di hari kiamat nanti dalam keadaan baik.
Mati dalam keadaan buruk yakni seperti mati dalam keadaan sedang berbuat maksiat dan dosa.
Sedangkan mati dalam keadaan baik yakni seperti mati dalam keadaan sedang beribadah dan melakukan amal saleh.
Dan termasuk mati dalam keadaan baik yaitu mati dalam keadaan sedang berpuasa.
Siapa yang mati dalam keadaan sedang berpuasa, maka ia akan dibangkitkan di hari kiamat nanti dalam keadaan baik.
Nabi ﷺ bersabda:
وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Siapa yang berpuasa satu hari karena mengharapkan wajah Allah, dan ternyata itulah yang menjadi penutup hidupnya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Ahmad)
Hadis ini menunjukkan bahwa siapa yang mati dalam keadaan berpuasa, maka ia akan masuk surga, tapi….
Ada syaratnya, yaitu mengharapkan wajah Allah. Yakni berharap bisa masuk surga sehingga bisa melihat wajah Allah.
Karena itu, jangan berpuasa karena ingin mendapatkan pujian atau takut akan celaan manusia.
Jangan berpuasa karena menganggap itu sebagai kebiasaan atau rutinitas tahunan semata.
Ketika berpuasa, hadirkan dalam hatimu bahwa engkau sedang menjalankan perintah Tuhanmu, dan dalam rangka mencari ganjaran dari Tuhanmu. Kalau kematian tiba-tiba mendatangimu, niscaya surgalah tempat kembalimu.
Siberut, 13 Ramadhan 1444
Abu Yahya Adiya






