Mendamaikan lalu Mendapat Ganjaran

Mendamaikan lalu Mendapat Ganjaran

Ada suatu amalan yang derajatnya lebih tinggi daripada puasa-puasa sunnah.

Bahkan, derajatnya lebih tinggi daripada sedekah dan salat-salat sunnah.

Apa itu?

Nabi ﷺ bersabda:

«أَلَّا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ؟

“Maukah kalian kuberitahukan amalan yang derajatnya lebih utama daripada derajat puasa, salat, dan sedekah?”

Para sahabat menjawab:

بَلَى

“Tentu.”

Beliau ﷺ bersabda:

إصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ

“Memperbaiki hubungan sesama.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Ya, memperbaiki hubungan sesama tatkala sudah rusak merupakan amalan yang luhur.

Mendamaikan orang-orang yang bertikai merupakan perbuatan yang mulia. Ya, mulia. Lebih mulia daripada sedekah, puasa, dan salat-salat sunnah.

Mengapa demikian?

Sebab, manfaat dan kebaikan dari ibadah-ibadah tadi hanya dirasakan pelakunya saja atau beberapa gelintir orang saja.

Sedangkan manfaat dan kebaikan dari mendamaikan sesama bukan hanya dirasakan pelakunya saja, melainkan dirasakan juga oleh banyak orang.

Sebaliknya, begitu pula merusak hubungan sesama. Bahayanya bukan hanya dirasakan oleh pelakunya saja, melainkan bisa dirasakan juga oleh banyak orang selain dirinya. Bahkan, itu bisa merusak agamanya.

Nabi ﷺ bersabda:

فَإِنَّ إفْسَادَ ذَاتِ الْبَيْنِ هِيَ الْحَالِقَةُ

“Sesungguhnya merusak hubungan sesama adalah membotaki.”

Dalam riwayat Tirmidzi ada tambahan:

هِيَ الْحَالِقَةُ لَا أَقُولُ تَحْلِقُ الشَّعْرَ وَلَكِنْ تَحْلِقُ الدِّينَ

“Itu sama dengan membotaki. Aku tidak katakan membotaki rambut, akan tetapi membotaki agama!”

 

Keutamaan Mengusahakan Perdamaian

Memperbaiki hubungan sesama adalah perbuatan yang terpuji dan mulia. Karena itulah Allah memujinya dan mendorong kita untuk melakukannya.

Allah berfirman:

لا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاحٍ بَيْنَ النَّاسِ

“Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang memerintahkan untuk bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau  mengadakan perdamaian di antara manusia.” (QS. An-Nisa’: 114)

Dan Allah juga berfirman:

وَالصُّلْحُ خَيْرٌ

“Dan perdamaian itu lebih baik.” (QS. An-Nisa: 128)

Karena mulianya perbuatan tersebut, nabi kita pun memujinya dan mendorong kita untuk melakukannya.

Nabi ﷺ bersabda:

أفضل الصدقة إصلاح ذات البين

“Sebaik-baik sedekah adalah memperbaiki hubungan sesama.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir)

Ya, itu sebaik-baik sedekah, makanya wajarlah kalau Allah mencintainya.

Nabi ﷺ bersabda:

ألا أدلك على صدقة يحبها الله ورسوله؟ تصلح بين الناس إذا تباغضوا وتفاسدوا

“Maukah kamu kutunjukkan sedekah yang dicintai Allah dan Rasul-Nya? Yaitu memperbaiki hubungan orang-orang tatkala mereka saling membenci dan rusak.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir)

 

Siberut, 17 Rabi’ul Tsani 1442

Abu Yahya Adiya