Mengadu Domba Ketika Puasa

Mengadu Domba Ketika Puasa

“Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa!”

Itulah yang dikatakan oleh Nabi ﷺ ketika melewati dua kubur.

Apa sebabnya kedua penghuni kubur itu disiksa?

Nabi ﷺ bersabda:

أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ البَوْلِ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ

“Adapun salah seorang dari keduanya, dulu ia tidak menjaga diri dari air kencing, sedangkan satunya lagi berjalan ke sana kemari untuk mengadu domba.(HR. Bukhari dan Muslim)

Itu baru di dalam kubur, lantas bagaimana setelah dibangkitkan dari kubur?

Nabi ﷺ bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ

“Tidak akan masuk surga pengadu domba.” (HR. Muslim)

Kalau seseorang tidak bisa masuk surga, maka di manakah tempat kembalinya?

Kalau suatu perbuatan menyebabkan seseorang tersiksa di dalam kuburnya dan tidak bisa masuk ke dalam surga-Nya, itu menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah perbuatan yang sangat besar dosanya.

Imam Ibnul Mundzir berkata:

وَقد أَجمعت الْأمة على تَحْرِيم النميمة وَأَنَّهَا من أعظم الذُّنُوب عِنْد الله تَعَالَى

“Sungguh, umat telah sepakat akan haramnya mengadu domba dan bahwasanya itu termasuk dosa yang sangat besar di sisi Allah.” (At-Targhib wa At-Tarhib)

Kalau mengadu domba saja sangat besar dosanya, maka bagaimana pula kalau disertai dengan fitnah dan dusta?! Tentu lebih besar lagi dosanya!

Itu kalau dilakukan di hari-hari biasa, maka bagaimana pula kalau dilakukan di bulan puasa?!

 

Siberut, 15 Ramadhan 1444

Abu Yahya Adiya