Mengobati Iri Ala Ibnu Sirin

Mengobati Iri Ala Ibnu Sirin

“Jangan kalian menentang nikmat-nikmat Allah!”

Itulah nasehat dari Ibnu Mas’ud.

Ada yang bertanya:

ومن يعادي نعم الله؟

“Siapa orang yang menentang nikmat-nikmat Allah?”

Ibnu Mas’ud menjawab:

الَّذِينَ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

“Yaitu orang-orang yang iri kepada orang lain karena karunia yang Allah berikan kepadanya” (Bahjatul Majalis wa Unsul Majalis)

Disadari atau tidak, orang yang iri sebenarnya telah menentang takdir yang Allah tetapkan atas dirinya atau orang lain.

Seolah-olah ia berkata dalam hatinya, “Ya Allah, kenapa Engkau melebihkan orang itu daripada diriku?! Seharusnya akulah yang menjadi dirinya!”

Karena itu, iri adalah penyakit berbahaya yang harus kita jauhi. Dan kalau pernyakit tersebut terlanjur masuk ke dalam hati kita, maka hendaknya segera kita obati.

Lantas, bagaimana cara mengobati penyakit iri?

 

Imam Ibnu Sirin berkata:

مَا حَسَدْتُ أَحَدًا عَلَى شَيْءٍ مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا لِأَنَّهُ إنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَكَيْفَ أَحْسُدُهُ عَلَى الدُّنْيَا وَهِيَ حَقِيرَةٌ فِي الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَكَيْفَ أَحْسُدُهُ عَلَى أَمْرِ الدُّنْيَا وَهُوَ يَصِيرُ إلَى النَّارِ.

“Aku tidak pernah iri kepada seorang pun karena suatu urusan dunia. Sebab, kalau ia termasuk penghuni surga, maka bagaimana bisa aku iri kepadanya karena dunia, padahal itu hina dibandingkan surga?! Dan kalau ia termasuk penghuni neraka, maka bagaimana bisa aku iri kepadanya karena urusan dunia, padahal ia akan menuju neraka?!” (Az-Zawajir An Iqtiraaf Al-Kabair)

Itulah tips dari Imam Ibnu Sirin untuk mengobati penyakit hasad, iri atau dengki.

Kalau kita hasad kepada seseorang karena kekayaannya….

Kalau kita iri kepada seseorang karena jabatannya….

Dan kalau kita dengki kepada seseorang karena perkara dunia lainnya…

Pikirkanlah, apakah ia orang yang baik sehingga ‘pantas’ masuk surga? Atau ia orang yang buruk sehingga ‘pantas’ masuk neraka?

Kalau memang ia ‘pantas’ masuk surga, maka untuk apa iri kepadanya karena perkara dunia?

Dunia itu rendah. Saking rendahnya dunia, sampai-sampai ketika berbicara tentang bangkai kambing, Nabi ﷺ bersabda:

فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ

“Demi Allah, dunia itu lebih rendah di sisi Allah daripada rendahnya bangkai kambing ini di sisi kalian!” (HR. Muslim)

Karena itu, untuk apa iri karena sesuatu yang lebih rendah daripada bangkai kambing?!

Itu kalau memang kita iri kepada seseorang yang ‘pantas’ masuk surga. Namun, kalau orang tersebut memang ‘pantas’ masuk neraka, maka untuk apa juga iri kepadanya?!

Apakah kita juga ingin masuk neraka bersamanya?!

 

Siberut, 22 Rajab 1444

Abu Yahya Adiya