Apa yang harus kita lakukan kalau kita mendapat pekerjaan yang kurang bermanfaat bagi diri kita atau bagi orang lain?
Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:
أن الإنسان إذا عمل عملا ورأى أن انتفاعه به قليل فلينتقل إلى غيره
“Jika seseorang melakukan suatu pekerjaan dan melihat bahwa ia sedikit mengambil manfaat darinya, maka hendaknya ia berpindah ke pekerjaan yang lain.” (Syarh Al-Ushul Min ‘Ilm Al-Ushul)
Ya, siapa yang mendapat pekerjaan yang kurang bermanfaat bagi dirinya atau bagi orang lain, maka hendaknya ia mencari pekerjaan yang lain. Jangan terpaku pada pekerjaan yang satu itu saja. Rezeki Allah itu luas!
Namun, kalau ia mendapat pekerjaan yang bermanfaat bagi dirinya atau bagi orang lain?
Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:
وإذا رأى المصلحة فيه وبورك له فيه فالأولى أن يستمر
“Jika ia melihat ada kemaslahatan pada pekerjaannya dan diberkahi, maka yang lebih utama yaitu ia melanjutkan pekerjaannya.” (Syarh Al-Ushul Min ‘Ilm Al-Ushul)
Ya, hendaknya ia mempertahankan pekerjaannya dan jangan cari pekerjaan yang lain.
Mengapa demikian?
Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:
روي عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه كلمة ينبغي أن تكون لك نبراسا في حياتك؛ قال:
“Diriwayatkan dari ‘Umar bin Al-Khaththab-semoga Allah meridainya-suatu kalimat yang pantas untuk dijadikan pelita dalam kehidupanmu. Beliau berkata:
من بورك له في شيء فليلزمه
“Siapa yang diberkahi dalam suatu urusan, maka hendaknya ia meneruskannya.”
وهذا يشمل كل أعمالك الحياتية, سواء في طلب العلم أو في سكن في بيت أو في زواج من امرأة, أو في سيارة, أو في شيء
Dan ini meliputi semua kegiatan hidupmu, baik itu dalam menuntut ilmu, tinggal di suatu rumah, dalam pernikahan dengan seorang wanita, atau dalam hal mobil atau apa pun.
ما دمت ترى أن الله قد بارك لك في هذا الشيء فالزمه, ولا تنتقل لأن التنقلات مضيعة للوقت, وهدم لما مضى
Selama engkau melihat bahwa Allah telah memberkahimu dalam hal tersebut, maka pertahankanlah dan jangan berpindah. Sebab, berpindah-pindah itu akan menyia-nyiakan waktu dan meruntuhkan apa yang telah berlalu.
ولهذا تجد الإنسان الذي لا يستقر على حال يضيع عليه الوقت وينقضي
Karenanya, engkau dapati orang yang tidak mantap dalam suatu hal, sia-sia waktunya dan berlalu begitu saja.” (Syarh Al-Ushul Min ‘Ilm Al-Ushul)
Kalau seseorang sudah mendapat pekerjaan yang bermanfaat, tapi merasa bosan, kemudian berganti pekerjaan, maka ia sudah mendapat kerugian.
Kalau ia mendapat lagi pekerjaan yang bermanfaat, tapi merasa bosan lagi, kemudian berganti lagi pekerjaan, maka ia mendapat lagi kerugian.
Makin sering ia melakukan itu, maka makin banyak ia mendapat kerugian.
Dan kalau itu terus terjadi, maka ia telah menyia-nyiakan waktunya di dunia ini.
Simaklah hadis berikut ini!
Nabi ﷺ bersabda:
وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik orang adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ath-Thabrani)
Dan Nabi ﷺ bersabda:
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعَهُمْ لِلنَّاسِ
“Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ath-Thabrani)
Orang yang baik dan dicintai Allah adalah orang yang bekerja dengan giat, kalau memang itu bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
Selama suatu pekerjaan berguna, ia akan terus mengerjakannya dan tidak meninggalkannya. Ia akan selalu ‘giat di tempat’, dan tidak sudi menjadi ‘kutu loncat’!
Siberut, 15 Shafar 1444
Abu Yahya Adiya






