Suatu hari Ibnu ‘Umar melewati sekelompok pemuda yang memasang seekor burung sebagai sasaran perlombaan melempar. Tatkala mereka melihat Ibnu Umar, berhamburanlah mereka.
Ibnu ‘Umar berkata:
مَنْ فَعَلَ هَذَا لَعَنْ اللَّهُ مَنْ فَعَلَ هَذَا إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ لَعَنَ مَنْ اتَّخَذَ شَيْئًا فِيهِ الرُّوحُ غَرَضًا
“Siapa yang melakukan ini? Allah melaknat orang yang melakukan ini! Sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah melaknat orang yang menjadikan sesuatu yang memiliki ruh (makhluk hidup) sebagai sasaran lemparan.” (HR. Muslim)
Kenapa orang yang melakukan itu terlaknat?
Imam An-Nawawi menjelaskan:
وَلِأَنَّهُ تَعْذِيب لِلْحَيَوَانِ وَإِتْلَاف لِنَفْسِهِ ، وَتَضْيِيع لِمَالِيَّتِهِ ، وَتَفْوِيت لِذَكَاتِهِ إِنْ كَانَ مُذَكًّى ، وَلِمَنْفَعَتِهِ إِنْ لَمْ يَكُنْ مُذَكًّى
“Karena itu merupakan penyiksaan terhadap hewan, merusak dirinya, dan menyia-nyiakan nilainya, serta menghilangkan penyembelihannya jika ia hewan yang boleh disembelih dan menghilangkan manfaatnya jika ia bukan hewan yang bisa disembelih.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj)
Islam telah memberikan perlindungan kepada hewan agar tidak disakiti dan dizalimi. Karena itu, siapa yang sengaja dan sadar menyakiti dan menzaliminya, maka ia sudah berdosa dan berhak mendapatkan laknat dan kemurkaan dari Tuhannya.
Kalau memang kita perlu untuk menghilangkan nyawa seekor binatang, maka hilangkanlah nyawanya dengan cara yang baik.
Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan untuk berbuat baik dalam segala hal. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaknya salah seorang dari kalian mengasah pisaunya dan menenangkan hewan sembelihannya.” (HR. Muslim)
Apa inti dari semua ini?
Hendaknya kita menjadi sosok yang penyayang!
Nabi ﷺ bersabda:
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا أَهْلَ الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
“Para penyayang akan disayangi oleh Yang Maha Penyayang. Sayangilah yang ada di muka bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh Yang ada di atas langit.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Siberut, 4 Jumada Al-Ulaa 1443
Abu Yahya Adiya






