“Merasa cukuplah dari orang lain, walaupun dengan serpihan siwak!” (HR. Bazzar dan Thabrani)
Demikianlah Nabi ﷺ bersabda. Apa maksud sabda beliau ini?
Imam Al-Munawi menjelaskan:
أي تعففوا عن مسألتهم
“Yaitu jagalah kehormatan kalian dengan tidak meminta kepada orang lain!” (Faidh Al-Qadir)
Imam Ash-Shan’ani berkata:
وفيه الأمر بالغناء عن الناس ولو بأحقر حقير وأقل قليل
“Dalam hadis ini terdapat perintah untuk merasa cukup dari orang lain, walaupun dengan sesuatu yang sangat remeh dan sedikit.” (At-Tanwir Syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir)
Ya, sangat remeh dan sedikit, seperti serpihan siwak!
Merasa cukuplah dengan rezeki yang Allah berikan kepadamu, walaupun engkau hanya bisa memakan serpihan siwak!
Artinya, seorang muslim hendaknya merasa cukup dengan rezeki yang Allah berikan, walaupun itu terlihat sangat sedikit menurutnya.
Jangan sampai ia menengok dunia yang ada pada orang lain, apalagi sampai menengadahkan tangan kepada mereka!
Hendaknya ia bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan itu adalah kemuliaan baginya.
Imam Sufyan Ats-Tsauri berkata:
عَلَيْكَ بِعَمَلِ الْأَبْطَالِ: الْكَسْبُ مِنَ الْحَلَالِ، وَالْإِنْفَاقُ عَلَى الْعِيَالِ
“Hendaknya engkau melakukan amalan para pemberani, yaitu: mencari nafkah dari yang halal dan menafkahi keluarga.” (Al-Jami’ Liakhlaaq Ar-Rawi wa Aadab As-Sami’)
Dan beliau juga pernah berkata:
يَا مَعْشَرَ الْقُرَّاءِ، ارْفَعُوا رُءُوسَكُمْ فَقَدْ وَضَحَ الطَّرِيقُ، وَاعْمَلُوا وَلَا تَكُونُوا عَالَةً عَلَى النَّاسِ
“Wahai para pembaca Al-Quran! Angkatlah kepala kalian, sungguh telah jelaslah jalan ini. Bekerjalah kalian dan jangan jadi beban orang lain!” (Hilyah Al-Aulia wa Thabaqat Al-Ashfiya)
Ketika seseorang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dengan tanpa meminta-minta, jadi mulialah ia.
Ya, jadi mulialah ia, bagaimana pun pekerjaannya, selama itu halal dan tidak melanggar aturan-Nya.
Siberut, 13 Dzulhijjah 1445
Abu Yahya Adiya






