Nilai Dunia yang Sesungguhnya

Nilai Dunia yang Sesungguhnya

Sudah bangkai, cacat pula. Itulah keadaan hewan yang ada di hadapan Nabi ﷺ.

Beliau mendekati bangkai anak kambing tersebut lalu memegang telinganya dan mengangkatnya kemudian berkata kepada para sahabatnya:

أيكم يحب أن يكون هذا له بدرهم؟

“Adakah di antara kalian yang mau membeli kambing ini dengan harga satu dirham?”

Para sahabat pun menjawab:

ما نحب أنه لنا بشيء وما نصنع به؟!

“Kami tidak menginginkannya sedikit pun, apa yang bisa kami perbuat dengan bangkai kambing itu?!”

Beliau ﷺ kembali bertanya:

أتحبون أنه لكم؟

“Apakah kalian mau kalau itu diberikan kepada kalian (dengan cuma-cuma)?”

Para sahabat menjawab:

والله لو كان حيا كان عيباً لأنه أسك فكيف وهو ميت؟!

“Demi Allah, seandainya anak kambing itu masih hidup, ia itu cacat, karena telinganya kecil, maka bagaimana pula kalau sudah menjadi bangkai?!”

Mereka tidak sudi menerima bangkai. Maka Nabi ﷺ pun bersabda:

فوالله للدنيا أهون على الله من هذا عليكم

“Demi Allah dunia itu lebih rendah di sisi Allah daripada rendahnya kambing ini di sisi kalian!” (HR. Muslim)

Inilah harga dunia yang sebenarnya. Inilah nilai dunia yang sesungguhnya.

Bagaimanapun tingginya jabatan di dunia, tetaplah itu lebih rendah daripada bangkai kambing.

Bagaimanapun mahalnya kekayaan dunia, tetaplah itu lebih murah daripada bangkai kambing.

Karena itu, untuk apa seseorang membanggakan sesuatu yang lebih rendah daripada bangkai kambing?

Untuk apa seseorang iri dan dengki karena sesuatu yang lebih murah daripada bangkai kambing?

Untuk apa seseorang sampai sikut sana sikut sini demi meraih sesuatu yang lebih hina daripada bangkai kambing?

Untuk apa seseorang sampai stres, depresi dan frustasi karena sesuatu yang lebih remeh daripada bangkai kambing?

Untuk apa seseorang sampai menjual harga dirinya, keluarganya, bahkan agamanya karena ingin meraih sesuatu yang lebih rendah, murah dan hina daripada bangkai kambing?

Allah berfirman:

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, kalau saja mereka mengetahuinya.”  QS. Al-Ankabuut: 64)

Ya, kalau saja mereka mengetahuinya. Kalau saja kita menyadarinya. Namun sayangnya…

Kebanyakan kita tidak menyadarinya….

 

Siberut, 4 Agustus 2016

Abu Yahya Adiya