Lilin Terakhir

Lilin Terakhir

Tatkala seseorang meniup lilin ulang tahunnya dan orang-orang bersorak-sorai, sembari bernyanyi, “Panjang umurnya, panjang umurnya..”, pernahkah terpikir bahwa sebenarnya ketika itu umurnya memendek?

Pernahkah terpikir bahwa dengan berlalunya usia, hari demi hari, bulan demi bulan, berarti makin dekat pula dirinya dengan kematian?

Pernahkah terpikir bahwa mungkin saja lilin itu adalah lilin terakhir yang ia tiup dalam hidupnya?

Waktu adalah karunia Allah yang agung bagi seorang hamba.

Ia sangat berharga bagi seorang insan, tetapi sayangnya, paling cepat pula hilang dari sisinya tanpa ia sadari.

Nabi ﷺ bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Al-Hasan Al-Bashri berkata:

يابن آدم، إنما هي أيام إذا مضى يومك ينقصك.

“Wahai anak Adam, sesungguhnya waktu di dunia ini hanyalah hari demi hari. Kalau berlalu satu hari darimu, berarti berkuranglah umurmu. ” (Az-Zahr Al-Faih Fi Dzikri Man Tanazaha An Ad-Dzunub Wa Al-Qabaih)

Maka, sungguh aneh seseorang bisa bersedih karena hartanya berkurang, tetapi tidak bersedih karena umurnya berkurang.

Sungguh aneh orang yang tahu kalau umurnya makin berkurang, tapi ia justru menyambutnya dengan berfoya-foya dan bersenang-senang.

Sungguh aneh orang yang tahu kalau dirinya makin dekat dengan kematian, tapi masih juga ia tenggelam dalam kemaksiatan.

Al-Khalil bin Ahmad berkata:

الناس على ثلاثة أوقات: وقت مضى عنك فلن يعود, ووقت أنت فيه فانظر كيف يخرج عنك, ووقت أنت منتظره وقد لا تبلغ إليه

“Manusia itu menghadapi tiga waktu: waktu yang telah berlalu darimu, maka ia tak akan kembali. Waktu yang engkau jalani sekarang ini, maka perhatikan bagaimana ia berlalu darimu. Dan waktu yang engkau nantikan, bisa jadi engkau tak sempat menjumpainya.”  (Thabaqat Al-Hanabilah)

Allah berfirman:

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” (QS. Al-Ankabuut: 64)

 

Siberut, 28 Juli 2016

Abu Yahya Adiya