Permasalahan Seputar Hadiah dan Hibah
1. Apa itu hadiah dan hibah? Imam An-Nawawi berkata: التَّمْلِيكُ لَا بِعِوَضٍ هِبَةٌ، فَإِنِ انْضَمَّ إِلَيْهِ حَمْلُ الْمَوْهُوبِ مِنْ مَكَانٍ إِلَى مَكَانِ الْمَوْهُوبِ لَهُ إِعْظَامًا
1. Apa itu hadiah dan hibah? Imam An-Nawawi berkata: التَّمْلِيكُ لَا بِعِوَضٍ هِبَةٌ، فَإِنِ انْضَمَّ إِلَيْهِ حَمْلُ الْمَوْهُوبِ مِنْ مَكَانٍ إِلَى مَكَانِ الْمَوْهُوبِ لَهُ إِعْظَامًا
“Kenapa engkau menyukai dirham padahal itu akan mendekatkanmu ke dunia?” Itulah pertanyaan seseorang kepada Abu Az-Zinaad, seorang ahli hadis dan mufti kota Madinah. Abu Az-Zinaad
“Manusia itu menghadapi tiga waktu.” Ya, manusia itu hanya menghadapi tiga waktu. Tidak lebih. Demikianlah yang diutarakan oleh Al-Khalil bin Ahmad, seorang ulama ahli bahasa.
Apakah Allah memberikan perintah dalam Al-Quran? Tentu saja. Allah berfirman: اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq: 1)