Pelajaran Tentang Bisyr Al-Marisi
Siapakah Bisyr Al-Marisi? Imam Adz-Dzahabi berkata: كَانَ بِشْرٌ مِنْ كِبَارِ الفُقَهَاءِ. أَخَذَ عَنِ: القَاضِي أَبِي يُوْسُفَ. وَرَوَى عَنْ: حَمَّادِ بنِ سَلَمَةَ، وَسُفْيَانَ بنِ عُيَيْنَةَ. “Dulu
Siapakah Bisyr Al-Marisi? Imam Adz-Dzahabi berkata: كَانَ بِشْرٌ مِنْ كِبَارِ الفُقَهَاءِ. أَخَذَ عَنِ: القَاضِي أَبِي يُوْسُفَ. وَرَوَى عَنْ: حَمَّادِ بنِ سَلَمَةَ، وَسُفْيَانَ بنِ عُيَيْنَةَ. “Dulu
“Ada di hati!” Itulah jawaban sebagian orang ketika ditanya, “Di manakah Allah?” Lantas, apa landasan mereka menyatakan demikian? Yaitu hadis yang berbunyi: الْقَلْبُ بَيْتُ الرَّبِّ
Suatu hari Syekh Muhammad bin Jamil Zainu pernah bersama beberapa tokoh Sufi di suatu masjid kampung. Mereka sama-sama mempelajari Al-Quran setelah Subuh. Dan mereka semua
Ketika masih muda, Syekh Muhammad bin Jamil Zainu pernah berguru kepada seorang tokoh tarekat Sufi Syadzaliyyah. Terjalin hubungan yang dekat antara keduanya. Suatu hari Syekh