Putus Asa yang Terpuji
“Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat.” (QS. Al Hijr: 56) Ayat ini menunjukkan bahwa berputus asa dari rahmat Allah
“Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat.” (QS. Al Hijr: 56) Ayat ini menunjukkan bahwa berputus asa dari rahmat Allah
Nabi Daud ﷺ pernah memberikan nasihat yang berharga. Beliau ﷺ bersabda: كُنَّ لِلْيَتِيمِ كَالْأَبِ الرَّحِيمِ وَاعْلَمْ أَنَّكَ كَمَا تَزْرَعُ كَذَلِكَ تَحْصُدُ، مَا أَقْبَحَ الْفَقْرَ بَعْدَ
Suatu hari Rasulullah ﷺ dalam sebuah perjalanan di bulan Ramadhan. Ketika matahari telah terbenam, beliau berkata kepada seseorang: يَا فُلَانُ، انْزِلْ فَاجْدَحْ لَنَا “Wahai fulan!
“Tidak akan masuk surga pengadu domba.” (HR. Muslim) Kalau itu nasib orang yang mengadu domba sesama muslim, maka bagaimana nasib orang yang mendamaikan sesama muslim?