Puasa Orang Sebelum Kita
Setiap Ramadhan atau menjelang Ramadhan, kita sering mendengar khatib Jumat membacakan ayat: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ
Setiap Ramadhan atau menjelang Ramadhan, kita sering mendengar khatib Jumat membacakan ayat: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ
“Sesungguhnya seorang mukmin adalah orang yang menggabungkan antara berbuat baik dan merasa takut.” (Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim) Demikianlah Imam Al-Hasan Al-Bashri menggambarkan sifat mukmin sejati. Seorang
Orang yang sedang tidur tidak bisa memahami apa yang terjadi di sekitarnya. Orang yang pingsan juga tidak bisa memahami apa yang terjadi di sekitarnya. Begitu
“Haram!” Itulah jawaban seorang muslim yang paling awam sekalipun, jika ia ditanya tentang hukum tidak berpuasa di bulan Ramadhan bagi orang yang mampu melakukannya. Karena