Seputar Penyembelihan (Bag. 2)
6. Apakah wanita boleh melakukan penyembelihan? Ibnul Mundzir berkata: أَجْمَعَ كُلُّ مَنْ نَحْفَظُ عَنْهُ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ، عَلَى إبَاحَةِ ذَبِيحَةِ الْمَرْأَةِ وَالصَّبِيِّ. وَقَدْ رُوِيَ «أَنَّ
6. Apakah wanita boleh melakukan penyembelihan? Ibnul Mundzir berkata: أَجْمَعَ كُلُّ مَنْ نَحْفَظُ عَنْهُ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ، عَلَى إبَاحَةِ ذَبِيحَةِ الْمَرْأَةِ وَالصَّبِيِّ. وَقَدْ رُوِيَ «أَنَّ
“Aku jujur dalam berbicara dan aku tidak pernah memasuki perkara yang bukan urusanku.” (Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah) Itulah jawaban Luqman Al-Hakim ketika ditanya oleh seseorang tentang
Suatu malam, dua pria Anshar melihat Nabi ﷺ berjalan dengan seorang wanita. Lalu keduanya berjalan dengan cepat. Nabi ﷺ pun bersabda: عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ
1. Apa hukum menyembelih? Syekh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri berkata: كل حيوان مأكول لا يحل أكله إلا بالذكاة الشرعية أو ما في معناها ما عدا