Nabi ﷺ bersabda:
لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ، وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ
“Tidak ada penyakit menular, thiyaroh, Hamah, dan Shofar.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan dalam riwayat Muslim terdapat tambahan:
وَلَا نَوْء ولاَ غُول
“dan tidak ada nau, serta Ghoul.”
Tidak ada penyakit menular maksudnya tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya.
Sebab, orang-orang Arab di zaman jahiliyah beranggapan bahwa penyakit itu menular dengan sendirinya, tanpa kehendak dan takdir dari Allah.
Tidak ada thiyaroh artinya tidak ada tathoyyur. Maksudnya, tidak boleh ada tathoyyur.
Sebab, orang-orang Arab di zaman jahiliyah banyak melakukan itu.
Tathoyyur yaitu merasa sial karena sesuatu yang dilihat, didengar atau diketahui. Seperti keyakinan sebagian orang tentang “nomor sial”, “hari sial”, “bulan sial”, “hewan sial”, dan semacamnya.
Tidak ada Hamah artinya tidak ada burung hantu. Maksudnya tidak boleh ada keyakinan sial tentang burung hantu.
Sebab, orang-orang Arab di zaman jahiliyyah meyakini bahwa burung hantu adalah burung sial.
Jika mereka mendengar suara burung hantu, mereka yakin kalau itu pertanda bahwa ada orang yang akan mati.
Jika ada burung hantu yang hinggap di atas rumah mereka, maka mereka akan cemas. Karena, mereka yakin bahwa burung itu mengabarkan kematian mereka atau anggota keluarga mereka.
Tidak ada Shofar artinya tidak ada bulan Shofar. Maksudnya tidak boleh ada keyakinan sial terhadap bulan Shofar.
Sebab, orang-orang Arab di zaman jahiliyyah meyakini bahwa bulan Shofar adalah bulan sial. Di bulan itu mereka tidak menikah, tidak bepergian dan tidak berdagang.
Siapa yang melakukan semua itu di bulan tersebut, maka ia akan mengalami kesialan. Itulah keyakinan orang-orang jahiliah. Sebagaimana mereka pun meyakini bahwa bulan Syawwal adalah bulan sial.
Tidak ada nau artinya tidak ada bintang. Maksudnya tidak boleh ada keyakinan bahwa turunnya hujan karena adanya bintang tertentu.
Sebab, orang-orang Arab di zaman jahiliah meyakini bahwa turunnya hujan dan berhembusnya angin disebabkan munculnya bintang tertentu.
Syekh Saleh Al-Fauzan berkata:
وهذا من اعتقاد الجاهلية، لأن نزول الأمطار وحصول الرياح وغير ذلك إنما هو بقضاء الله وقدره أما هذه النجوم وهذه الكواكب فإنها لا تُحْدِثُ شيئاً،
“Itu termasuk keyakinan jahiliah. Sebab, turunnya hujan, terjadinya angin, dan selainnya, itu semua terjadi karena takdir Allah. Adapun bintang-bintang tadi, maka semua itu tidak bisa membuat kejadian apapun.
نعم، وقت طلوع النجم وقت للمطر بإذن الله، أو هبوب الرياح، هذا من ناحية الوقت لا من ناحية الخلق والإيجاد، فهي لا توجِد ولا تسبب ولا تحدِث، ولكن يكون طلوعها وقتاً لنزول الأمطار إذا شاء الله
Ya, waktu terbitnya bintang tertentu adalah waktu turunnya hujan atau berhembusnya angin dengan izin Allah. Ini dari sisi waktu, bukan dari sisi penciptaan dan pengadaan. Karena bintang-bintang itu tidak bisa mengadakan, menyebabkan, dan membuat kejadian. Akan tetapi, terbitnya bintang adalah waktu turunnya hujan jika Allah kehendaki.
وقد يطلع النجم ولا يحصل مطر، وهذا راجع إلى مشيئة الله وقدره، فقد يكون هناك مواقيت للأمطار ولا ينزل مطر، قد يكون هناك مواقيت لهبوب الرياح ولا تهب الريح لأن هذا بيد الله سبحانه وتعالى
Bisa jadi bintang terbit, namun tidak terjadi hujan. Itu kembali kepada kehendak Allah dan ketetapan-Nya. Bisa jadi ada waktu-waktu turun hujan, namun hujan tidak turun. Dan bisa jadi ada waktu-waktu berhembusnya angin, namun ternyata angin tidak berhembus. Karena, semua itu ada di tangan Allah.” (I’aanah Al-Mustafiid Bisyarh Kitab At-Tauhid)
Tidak ada Ghoul artinya tidak ada hantu. Maksudnya tidak boleh ada keyakinan bahwa hantu tertentu bisa menyebabkan seseorang sial di jalan, tersesat bahkan celaka.
Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:
والعرب كانوا إذا سافروا أو ذهبوا يمينا أو شمالا تلونت لهم الشياطين بألوان مفزعة مخيفة، فتدخل في قلوبهم الرعب والخوف، فتجدهم يكتئبون ويستحسرون عن الذهاب إلى هذا الوجه الذي أرادوا
“Orang-orang Arab dahulu jika mereka melakukan perjalanan jauh atau pergi ke arah kanan atau kiri, setan-setan menampakkan kepada mereka dengan berbagai warna yang mengerikan dan menakutkan, lalu masuklah ke dalam hati mereka rasa gentar dan takut. Maka engkau mendapati mereka depresi dan menyesali kepergian mereka ke arah yang telah mereka tuju.
وهذا لا شك أنه يضعف التوكل على الله، والشيطان حريص على إدخال القلق والحزن على الإنسان بقدر ما يستطيع
Ini tidak diragukan lagi melemahkan tawakal kepada Allah, sedangkan setan bersemangat semampu mungkin memasukkan kecemasan, dan kesedihan kepada manusia.” (Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitab At-Tauhid)
Faidah yang bisa kita petik dari hadis di atas:
- Batilnya keyakinan bahwa penyakit menular dengan sendirinya tanpa izin Allah.
- Batilnya tathoyyur
Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin berkata:
واعلم أن التطير ينافي التوحيد، ووجه منافاته له من وجهين:
“Ketahuilah tathoyyur bertentangan dengan tauhid. Sisi pertentangannya dari dua sisi:
الأول: أن المتطير قطع توكله على الله واعتمد على غير الله.
Pertama: orang yang melakukan tathoyyur memutus tawakalnya kepada Allah dan ia bersandar kepada selain Allah.
الثاني: أنه تعلق بأمر لا حقيقة له، بل هو وهم وتخييل; فأي رابطة بين هذا الأمر، وبين ما يحصل له
Kedua: tathoyyur adalah bergantung kepada suatu perkara yang tidak ada hakikatnya. Bahkan itu ilusi dan khayalan. Apa hubungannya antara perkara tadi dengan apa yang terjadi padanya?
وهذا لا شك أنه يخل بالتوحيد; لأن التوحيد عبادة واستعانة، قال تعالى:
Ini tidak diragukan lagi merusak tauhid. Sebab, tauhid adalah ibadah dan permohonan tolong. Allah berfirman:
{إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ}
“Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.”
وقال تعالى:
Dan Dia berfirman:
فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ
“Beribadahlah kepada-Nya dan bertawakallah kepada-Nya.”
فالطيرة محرمة، وهي منافية للتوحيد كما سبق
Tathoyyur itu diharamkan dan itu bertentangan dengan tauhid sebagaimana sudah berlalu.” (Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitab At-Tauhid)
- Batilnya keyakinan bahwa burung hantu adalah burung sial
- Batilnya keyakinan bahwa bulan Shafar adalah bulan sial.
- Batilnya keyakinan bahwa bintang berpengaruh terhadap turunnya hujan dan berhembusnya angin.
- Batilnya keyakinan tentang hantu yang bisa mencelakakan dalam perjalanan.
- Wajibnya tawakal dan bersandar kepada Allah.
- Termasuk merealisasikan tauhid yaitu berhati-hati dari sarana yang mengantarkan pada syirik.
Siberut, 27 Dzulqa’dah 1441
Abu Yahya Adiya
Sumber:
- Al-Mulakhkhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh Al-Fauzan.
- Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitab At-Tauhid karya Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin
- I‘aanah Al-Mustafiid Bisyarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh Al-Fauzan.






