Permohonan Nabi ﷺ tentang Kuburnya

Kalau kubur sudah dijadikan tempat ibadah, maka di kemudian hari, kubur tersebut bisa disembah. Ya, kubur tersebut akan menjadi berhala yang diibadahi dan disembah.

Contohnya Al-Laata, salah satu berhala kafir Quraisy.

Apa asalnya Al-Laata itu?

Imam Mujahid berkata:

كان يَلُتّ السويق للحاجِّ، فعكف على قبره

“Ia suka mengaduk sawiq (adonan gandum) untuk dihidangkan kepada jamaah haji. Setelah meninggal, orang-orang senantiasa mendatangi kuburannya.” (Jami’ Al-Bayaan Fii Ta’wiil Al-Quran)

Artinya, Al-Laata adalah orang yang saleh dan dermawan.

Bagaimana bisa kuburnya disembah?

Asalnya orang-orang sekadar rutin mengunjungi kuburnya. Lalu di kemudian hari mereka beribadah di kuburnya. Lalu di kemudian hari mereka menyembahnya!

Kuburan jadi tempat ibadah, lalu di kemudian hari disembah.

Itulah yang dikhawatirkan oleh nabi kita ﷺ. Makanya beliau ﷺ berdoa:

اللهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا، لَعَنَ اللهُ قَوْمًا اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburku sebagai berhala yang disembah. Allah melaknati orang-orang yang telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah.” (HR. Ahmad)

 

Ada beberapa faidah yang bisa kita petik dari hadis ini:

 

  1. Sikap berlebihan terhadap kuburan nabi atau orang saleh akan menjadikan itu sebagai berhala yang disembah.

 

  1. Termasuk sikap berlebihan terhadap kuburan yaitu menjadikannya sebagai tempat beribadah. Dan itu akan mengantarkan pada syirik.

 

  1. Fitnah karena kubur itu sangat besar, makanya Nabi ﷺ sampai berdoa:

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburku sebagai berhala yang disembah.”

Itulah doa nabi kita ﷺ. Dan ternyata Allah mengabulkan doa nabi-Nya ﷺ.

Imam Ibnul Qayyim berkata:

ودعا بأن لا يجعل القبر الذي … قد ضمه وثنا من الأوثان

“Beliau berdoa agar kubur yang…mengitarinya tidak dijadikan berhala.

فأجاب رب العالمين دعاءه … وأحاطه بثلاثة الجدران

Maka Tuhan semesta alam menjawab doanya…Dia jadikan beliau dikelilingi oleh tiga tembok

حتى اغتدت أرجاؤه بدعائه … في عزة وحماية وصيان

Sehingga melalui doanya, penjuru kuburnya berada…dalam kemuliaan, perlindungan, dan keterjagaan.” (Al-Kafiyah Asy-Syafiyah)

Hingga saat ini kubur Nabi ﷺ terjaga. Tidak ada seorang yang bisa menyembah kubur beliau.

Dan Allah juga telah menjaga kubur nabi kita ﷺ lewat penjagaan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah memberikan pengamanan dan penjagaan ketat terhadap kubur nabi kita ﷺ, sehingga tidak seorang pun yang bisa menyembahnya.

Jangankan menyembahnya, beribadah di dekatnya saja tidak bisa.

Jangankan beribadah di dekatnya, menciumnya saja tidak bisa.

Jangankan menciumnya, menyentuhnya saja tidak bisa.

Semoga Allah membalas jasa mereka dengan sebaik-baik balasan.

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ، لَمْ يَشْكُرِ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ

“Siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak berterima kasih kepada Allah.” (HR. Ahmad)

Siberut, 8 Dzuqa’dah 1441

Abu Yahya Adiya

 

Sumber:

  1. Al-Mulakhkhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh Al-Fauzan.
  2. Al-Qaul Al-Mufiid Alaa Kitab At-Tauhid karya Syekh Muhammad bin Saleh Al-‘Utsaimin.
  3. Al-Kafiyah Asy-Syafiyah karya Imam Ibnul Qayyim.
  4. Fath Al-Majiid Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh ‘Abdurrahman bin Hasan.