Salah Satu Tipu Daya Setan

Allah berfirman:

إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya mereka itu hanyalah setan yang menakut-nakuti (kalian) dengan kawan-kawan setianya, karena itu janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kalian benar-benar orang yang beriman.” (QS. Ali-Imran: 175)

 

Faidah yang bisa kita petik dari ayat ini:

 

  1. Di antara tipu daya setan yaitu menakut-nakuti kita dengan kawan-kawan setianya.

 

  1. Terlarangnya takut kepada selain Allah. Seperti takut kepada berhala, jin dan semacamnya. Takut kalau mereka mendatangkan bencana dan membuat kita celaka. Takut seperti itu adalah syirik.

 

  1. Takut kepada Allah adalah kewajiban, makanya itu Allah perintahkan.

Syekh ‘Abdurrahman As-Sa’di berkata:

وفي هذه الآية وجوب الخوف من الله وحده، وأنه من لوازم الإيمان

“Dalam ayat ini terdapat keterangan wajibnya takut kepada Allah semata. Dan itu merupakan konsekuensi dari keimanan.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman)

Takut kepada Allah adalah kewajiban, namun apa yang dimaksud dengan takut kepada Allah?

Imam Al-Qurthubi berkata:

فَالْخَائِفُ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى هُوَ أَنْ يَخَافَ أَنْ يُعَاقِبَهُ إِمَّا فِي الدُّنْيَا وَإِمَّا فِي الْآخِرَةِ

“Orang yang takut kepada Allah adalah orang takut kalau Dia menghukumnya, baik di dunia maupun di akhirat.” (Al-Jami’ li Ahkam Al-Quran)

Syekh ‘Abdurrahman As-Sa’di berkata:

والخوف المحمود: ما حجز العبد عن محارم الله.

“Dan takut yang terpuji adalah yang menghalangi hamba dari perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman)

Artinya, orang yang takut kepada Allah bukanlah orang yang semata-mata banyak meneteskan air mata.

Ishaq bin Khalaf berkata:

لَيْسَ الْخَائِفُ مَنْ بَكَى وَعَصَرَ عَيْنَيْهِ، وَلَكِنَّ الْخَائِفَ مَنْ تَرَكَ الْأَمْرَ الَّذِي يَخَافُ أَنْ يُعَذَّبَ عَلَيْهِ.

“Orang yang takut bukanlah orang yang menangis dan memeras kedua matanya. Akan tetapi orang yang takut adalah orang yang meninggalkan perkara yang dikhawatirkan akan menyebabkan ia tersiksa.” (Al-Mujalasah wa Jawahir Al-‘Ilm)

 

  1. Takut kepada Allah adalah tanda keimanan seseseorang.

 

  1. Kadar takut seseorang kepada Allah tergantung kadar keimanannya.

Syekh ‘Abdurrahman As-Sa’di berkata:

فعلى قدر إيمان العبد يكون خوفه من الله

“Rasa takut hamba kepada Allah tergantung kadar keimanannya.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman)

Makin kuat keimanan kita kepada Allah, maka makin bertambahlah rasa takut kita kepada-Nya dan makin berkuranglah rasa takut kita kepada selain-Nya.

Dan makin lemah keimanan kita kepada Allah, maka makin berkuranglah rasa takut kita kepada-Nya dan makin bertambahlah rasa takut kita kepada selain-Nya.

Siberut, 7 Dzulhijjah 1441

Abu Yahya Adiya

 

Sumber:

  1. Al-Mulakhkhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid karya Syekh Saleh Al-Fauzan.
  2. Al-Jami’ li Ahkam Al-Quran karya Imam Al-Qurthubi.
  3. Taisir Al-Kariim Ar-Rahmaan karya Syekh ‘Abdurrahman As-Sa’di.