Sayang kepada Hewan ketika Menuju Kematian

Sayang kepada Hewan ketika Menuju Kematian

Kita diperintahkan untuk menyayangi hewan bukan cuma ketika ia masih hidup, melainkan juga ketika ia menuju kematian.

Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan untuk berbuat baik dalam segala hal. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaknya salah seorang dari kalian mengasah pisaunya dan menenangkan hewan sembelihannya.” (HR. Muslim)

Ya, itulah seharusnya. Menenangkannya. Bukan justru menakut-nakutinya, entah dengan bersikap kasar kepadanya, atau menyakitinya.

Suatu hari Nabi ﷺ menyaksikan seseorang sedang mengasah pisau di hadapan kambing yang akan ia sembelih. Maka beliau pun menegurnya:

«أَتُرِيدُ أَنْ تُمِيتَهَا مَوْتَاتٍ هَلَّا حَدَدْتَ شَفْرَتَكَ قَبْلَ أَنْ تُضْجِعَهَا»

“Apakah engkau ingin membunuhnya berkali-kali?! Kenapa tidak engkau asah dulu pisaumu sebelum merebahkannya?!” (HR. Al-Hakim)

Mengasah pisau di hadapan hewan yang akan disembelih akan membuatnya stress dan takut. Maut seakan-akan sudah merasuk ke dalam tubuhnya sebelum benar-benar menjemputnya. Karena itu Nabi ﷺ melarang perbuatan demikian sebagai bentuk kasih sayang terhadap hewan tersebut.

Ibnu Sirin berkata:

رَأَى عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَجُلًا يَسْحَبُ شَاةً بِرِجْلِهَا لِيَذْبَحَهَا، فَقَالَ لَهُ:

“Umar bin Khattab menyaksikan seseorang memegang kaki seekor kambing lalu menyeretnya untuk disembelih. Maka ‘Umar pun berkata kepadanya:

وَيْلَكَ قُدْهَا إِلَى الْمَوْتِ قَوْدًا جَمِيلًا

“Celakalah engkau! Giringlah ia menuju kematian dengan cara yang baik!” (Mushannaf ‘Abdi Ar-Razaq)

Inilah bimbingan Islam. Inilah tuntunan Islam. Bukankah begitu indah dan elok?

Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ رَحِمَ وَلَوْ ذَبِيحَةً، رَحِمَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Siapa yang sayang walaupun kepada hewan sembelihan, niscaya Allah akan sayang kepadanya di hari kiamat nanti.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)

Dan beliau ﷺ bersabda:

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا أَهْلَ الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Para penyayang itu disayangi oleh Yang Maha Penyayang. Sayangilah yang ada di bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh Yang ada di atas langit.” (HR. Abu Daud danTirmidzi)

 

Siberut, 20 Dzulhijjah 1445
Abu Yahya Adiya