Kenapa anak saya tidak bisa dikendalikan?
Kenapa istri saya kurang perhatian?
Kenapa rumah tangga saya berantakan?
Apa dosa yang pernah saya lakukan?
Mungkin itulah keluhan dari beberapa orang ketika menghadapi permasalahan rumah tangga.
Bisa jadi seseorang mempunyai banyak dosa, tapi merasa dirinya bebas dari dosa.
Makanya, ketika mengalami musibah, jangan heran kalau perkataan yang meluncur dari lisannya adalah, “Memang apa dosa saya sehingga harus mengalami musibah seperti ini?”
Padahal, sekecil apa pun dosa, pasti ada efek buruknya terhadap pelakunya, terutama terhadap rumah tangganya.
Pengaruh Dosa terhadap Rumah Tangga
Syaikh Saleh berkata:
وفي نظرةٍ سريعة مشفِقة إلى أَسبابِ المشكلاتِ الزوجية نجِدها نابعةً من معصيَة الله تعالى ومخالفةِ أمرِه في كثيرٍ من شؤون النكاح، حتى أصبَحَت بعضُ الزّيجات نَكَدًا ونِقمَة بدلاً من أن تكونَ سَكنًا ورَحمة
“Dengan melihat sekilas pada sebab-sebab masalah rumah tangga, kita dapati semua itu muncul karena sebab bermaksiat kepada Allah dan menyalahi perintah-Nya dalam kebanyakan urusan rumah tangga. Sampai-sampai sebagian istri jadi menyusahkan dan meresahkan, bukannya membuat tenang dan tentram.
والله تعالى يقول:
Allah berfirman:
{وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ} الشورى:30
“Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan kalian).” (QS. Asy-Syuuraa: 30)
ولا شكَّ أن مِن أعظمِ المصائب خرابَ البيوت
Tidak diragukan lagi termasuk musibah yang sangat besar adalah runtuhnya rumah tangga.” (Rifqan bi Al-Qawarir)
Dosa itu bisa merusak hubungan antara pelakunya dengan Tuhannya.
Dosa itu bisa merusak hubungan antara pelakunya dengan hamba-hamba-Nya.
Dosa bisa merusak hubungan antara pelakunya dengan orang terdekat dengannya.
Fudhail bin ‘Iyadh berkata:
إني لأعصي الله فأرى ذلك في خلق دابتي وامرأتي.
“Sungguh, aku pernah bermaksiat pada Allah, maka aku pun melihat pengaruhnya pada perilaku tungganganku dan istriku.” (Hilyah Al-Aulia wa Thabaqat Al-Ashfiya)
Dosa bisa bikin hewan tungganganmu jadi liar.
Dosa bisa bikin pasangan hidupmu jadi kasar.
Dosa juga bisa bikin temanmu jadi kurang ajar.
Dan itu bukan hanya menimpa orang awam yang jauh dari ilmu. Bahkan, itu pun bisa menimpa orang yang berilmu!
Imam Adz-Dzahabi berkata:
فَكم مِنْ رَجُلٍ نَطَقَ بِالْحَقِّ، وَأَمر بِالمَعْرُوف، فَيُسَلِّطُ اللهُ عَلَيْهِ مَنْ يُؤذِيْه لِسوء قَصدهِ، وَحُبِّهِ لِلرِّئَاسَة الدِّينِيَّة، فَهَذَا دَاءٌ خَفِيٌّ سَارٍ فِي نُفُوْسِ الفُقَهَاء
“Berapa banyak orang yang mengucapkan kebenaran, dan memerintahkan kebaikan, tapi Allah membiarkan orang untuk menyakitinya, dikarenakan tujuannya yang rusak, dan kecintaannya kepada kepemimpinan dalam agama. Itulah penyakit tersembunyi yang masuk ke dalam jiwa para fukaha.” (Siyar A’lam An-Nubala)
Maka, sebelum mempertanyakan kesalahan dan menyalahkan orang lain, hendaknya orang yang mengalami masalah rumah tangga berpikir:
Apakah ada perintah Allah yang saya lalaikan, tapi saya tidak menyadarinya?
Apakah ada larangan Allah yang saya terjang, tapi saya tidak merasainya?
Apakah ada hak pasangan yang belum saya tunaikan, sedangkan saya tidak menginsafinya?
Apakah selama ini saya amanah dalam bekerja atau tidak?
Apakah selama ini pendapatan saya halal atau tidak?
Apakah selama ini saya salah, tapi tidak merasa bersalah?
Siberut, 18 Rabi’ul Awwal 1442
Abu Yahya Adiya






